PEKANBARU - Pulau Sumatera kembali dihadapkan pada ancaman serius Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan bencana kabut asap.
Berdasarkan pemantauan terbaru pada Kamis (27/8/2026) sore, satelit mendeteksi lonjakan tajam titik panas (hotspot) yang mencapai angka 1.625 titik di seluruh daratan Sumatera.
Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kini menjadi wilayah dengan status paling rawan, menyumbang lebih dari separuh total titik panas di Sumatera.
Sementara itu, Provinsi Riau juga mencatatkan eskalasi yang patut diwaspadai.
"Total titik panas di wilayah Sumatera pada Kamis sore ini mencapai angka yang cukup signifikan, yakni 1.625 titik," ujar Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Mari Frystine.
"Dari data tersebut, Sumatera Selatan menjadi wilayah penyumbang terbanyak dengan 1.050 titik," sambungnya.
Kondisi di Riau sendiri tidak bisa dianggap remeh. BMKG mencatat adanya peningkatan jumlah hotspot menjadi 171 titik di wilayah Bumi Lancang Kuning ini.
Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hilir menjadi dua daerah dengan kemunculan titik panas paling masif.
Sebaran 171 hotspot di Provinsi Riau meliputi, Kabupaten Pelalawan 72 titik, Indragiri Hilir 53 titik, Siak 18 titik, Indragiri Hulu 14 titik, Kuantan Singingi 12 titik, Kota Dumai 1 titik dan Pekanbaru 1 titik.
Selain Sumsel yang memimpin dengan 1.050 titik dan Riau dengan 171 titik, provinsi lain di Sumatera juga menunjukkan kemunculan titik panas yang merata.
Bangka Belitung dan Lampung turut menyumbang angka yang cukup tinggi.
Untuk sebaran titik panas di provinsi lainnya di Sumatera meliputi, Bangka Belitung 201 titik, Lampung 115 titik, Jambi 57 titik, Aceh 10 titik, Kepulauan Riau 6 titik, Bengkulu 3 titik, Sumatera Barat 2 titik dan Sumatera Utara 2 titik.
Masyarakat yang berada di wilayah dengan intensitas hotspot tinggi diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan tanpa perlindungan masker, mengingat potensi penurunan kualitas udara akibat kabut asap karhutla.
Pihak berwenang juga terus berupaya melakukan mitigasi untuk mencegah meluasnya titik api di lahan gambut yang kering.