PEKANBARU — Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Riau dan sejumlah wilayah di Sumatra menjadi momentum untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), terutama melalui penambahan personel dan peralatan di lapangan.
Penguatan tersebut terutama melibatkan unsur TNI dan Polri. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat upaya pemadaman sekaligus penanganan Karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Riau.
Dalam kunjungannya, Presiden Prabowo juga memberikan apresiasi terhadap kinerja tim penanganan Karhutla di Riau, termasuk Panglima Daerah Militer (Pangdam) XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo dan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan.
Apresiasi Presiden tersebut turut mendapat dukungan dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP Pemuda Katolik, Lorensius Purba. Ia menilai langkah Pangdam XIX/Tuanku Tambusai dan Kapolda Riau dalam melakukan pencegahan serta penanganan Karhutla sejak Januari 2026 hingga saat ini patut diapresiasi.
Menurut Lorensius, upaya penanganan Karhutla di Riau tidak hanya membutuhkan pemadaman, tetapi juga langkah pencegahan dan penegakan hukum untuk mencegah kejadian serupa terus berulang.
Itu terlihat dari penanganan kasus Karhutla yang dilakukan Polda Riau bersama jajaran Polres terus dilakukan.
"Kita juga mengapresiasi petugas di garis depan dalam memadamkan karhutla mulai dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, relawan, masyarakat peduli api, hingga seluruh pihak yang berjibaku memadamkan api di lapangan," katanya.
Lorensius juga memberikan apresiasi terhadap program Green Policing yang selama ini digaungkan Polda Riau. Program tersebut dinilai menjadi salah satu pendekatan penting dalam menjaga keberlanjutan lingkungan melalui pencegahan, penegakan hukum, edukasi, hingga pemulihan ekologis.
Ia menilai pendekatan tersebut perlu terus diperkuat karena penanganan Karhutla tidak cukup hanya dilakukan ketika kebakaran sudah terjadi. Upaya pencegahan dan perlindungan lingkungan juga menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko kebakaran di masa mendatang.
Sementara itu, dalam rapat koordinasi penanganan Karhutla yang digelar di Posko AJU, Pekanbaru, pemerintah pusat memperkuat dukungan peralatan untuk penanganan Karhutla di Riau.
Dalam kunjungan tersebut, Presiden Prabowo memerintahkan pengiriman dua unit tambahan helikopter pengebom air atau water bombing untuk membantu proses pemadaman di wilayah yang masih mengalami kebakaran.
Selain dukungan udara, Presiden juga memerintahkan pengiriman 500 unit oksigen untuk memperkuat kebutuhan penanganan dampak kabut asap. Jumlah tersebut selanjutnya diminta ditambah hingga mencapai 700 unit sebagai cadangan.
Penguatan personel, peralatan, penegakan hukum dan dukungan logistik tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan Karhutla sekaligus mengurangi dampaknya terhadap masyarakat.
Lorensius menilai sinergi antara pemerintah pusat, TNI, Polri, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, relawan dan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi ancaman Karhutla di Riau.
Apresiasi terhadap jajaran TNI dan Polri diharapkan menjadi dorongan bagi seluruh pihak untuk terus memperkuat upaya pencegahan, pemadaman dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.