www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Api Sulit Ditaklukkan, Karhutla Kerumutan Pelalawan Tembus Sekitar 270 Hektare
Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:11:08 WIB
Pemadaman karhutla di Kerumutan, Pelalawan.(foto: mcr)
Pemadaman karhutla di Kerumutan, Pelalawan.(foto: mcr)

PEKANBARU – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau, belum sepenuhnya terkendali.

Kobaran api yang berada di kawasan gambut membuat tim gabungan memperkuat operasi pemadaman dengan menambah personel sekaligus mengoptimalkan pengerahan helikopter water bombing.

Kondisi medan yang sulit, ketersediaan sumber air terbatas, angin kencang, serta karakteristik gambut yang mudah menyimpan bara menjadi tantangan utama petugas di lapangan.

Kalaksa BPBD Riau, Edi Afrizal mengatakan, penguatan personel dilakukan secara bertahap agar pemadaman dapat berlangsung lebih efektif.

"Hari ini kita sudah menempatkan 15 personel dari BPBD Damkar Riau di lokasi. Manggala Agni juga mengirimkan dua regu, yakni 12 personel dari Daops Rengat dan 13 personel dari regu BKO Daops Siak," kata Edi, Sabtu (22/8/2026).

Menurut dia, kekuatan di lapangan masih akan ditambah. Pada hari berikutnya, satu regu tambahan dari Daops Rengat dengan kekuatan 12 orang akan diberangkatkan ke Kerumutan.

Selain Manggala Agni dan BPBD Damkar Riau, dukungan juga datang dari aparat keamanan. Sebanyak 30 personel Polda Riau dan 20 personel Kodam disiapkan untuk memperkuat operasi pemadaman.

Tambahan kekuatan tersebut akan bergabung dengan tim darat yang sejak awal telah berjibaku mengendalikan kebakaran di kawasan Kerumutan.

Edi mengungkapkan, berdasarkan hasil peninjauan dua hari sebelumnya, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan telah mencapai sekitar 270 hektare.

Namun, angka tersebut belum dapat dianggap sebagai luasan akhir. Pasalnya, api masih ditemukan di sejumlah bagian sehingga potensi bertambahnya areal terbakar masih terbuka.

"Waktu peninjauan lokasi dua hari lalu, luas karhutla di Kerumutan sekitar 270 hektare. Karena sampai sekarang masih ada kebakaran, tentu luasan yang terbakar kemungkinan lebih luas lagi," ujarnya.

Operasi pemadaman melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BPBD Riau, BPBD kabupaten/kota, Manggala Agni hingga personel terkait lainnya.

Strategi pemadaman dilakukan melalui kombinasi operasi darat dan udara untuk menekan laju penyebaran api.

Karakteristik lokasi kebakaran menjadi persoalan tersendiri bagi petugas. Angin yang bertiup kencang membuat api lebih cepat bergerak dan menyulitkan petugas dalam menentukan titik pengendalian.

Vegetasi berupa semak belukar dan pepohonan yang relatif rapat juga membuat kobaran api lebih sulit dijangkau.

Kendala lainnya adalah minimnya sumber air serta lokasi kebakaran yang tidak mudah diakses kendaraan. Titik api berada sekitar 500 meter dari jalur yang masih dapat dilalui kendaraan.

"Kesulitan kita memadamkan api karena anginnya kencang. Kemudian di lokasi banyak semak belukar dan pepohonan, sumber air juga sulit. Akses menuju lokasi cukup jauh, sekitar 500 meter dari akses yang bisa dilalui kendaraan," jelas Edi.

Kondisi tersebut membuat kendaraan roda empat tidak bisa mencapai titik api secara langsung.

Setelah kendaraan berhenti di lokasi yang memungkinkan, petugas harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju area terbakar.

Selain mengandalkan pasukan darat, operasi pemadaman di Kerumutan juga diperkuat dari udara. Empat unit helikopter water bombing dikerahkan untuk menjatuhkan air ke area yang masih terbakar.

Meski demikian, operasi udara tidak serta-merta mampu mematikan seluruh titik api. Menurut Edi, fungsi utama water bombing dalam kondisi tertentu lebih efektif untuk menekan intensitas kobaran dan menghambat pergerakan api, khususnya pada bagian kepala api.

"Water bombing memang bisa kita gunakan untuk memblokir kepala api. Tetapi untuk memadamkan seluruh api cukup sulit karena dipengaruhi angin dan kondisi lahan," katanya.

Dengan strategi tersebut, operasi udara diarahkan untuk membantu tim darat agar api tidak semakin meluas sembari petugas berupaya menjangkau titik-titik yang sulit diakses.

Tantangan terbesar lainnya terletak pada kondisi lahan gambut yang saat ini relatif kering. Pada ekosistem gambut, api tidak selalu terlihat jelas di permukaan karena bara dapat bertahan di lapisan bawah tanah.

Artinya, area yang dari udara tampak telah padam belum tentu sepenuhnya aman dari potensi munculnya kembali api.

"Sekarang kondisi lahan gambut sangat kering. Ketika kita lakukan water bombing dan dari atas terlihat api sudah padam, sebenarnya di dalam gambut masih bisa terdapat bara api yang menyala," pungkasnya.

Sumber: mediacenter.riau.go.id


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ketua DPW Aliansi Merah Putih, Eko Wibowo (foto/ist)Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
Ist.BKawan BRK Syariah Dekatkan Layanan Keuangan ke Masyarakat Kepulauan Karimun
Tersangka SS saat diamankan di Mapolres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Diduga 4 Kali Cabuli Bocah, Seorang Karyawan di Pangkalan Kuras Dibui
Wakil Bupati Pelalawan, Husni Thamrin meninjau kesiapan personel Satlantas Polres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Bukan Sekadar Tilang, Ini Fokus Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 di Pelalawan
Tim FP GCN RPP melakukan pelatihan cara penggunaan dan jenis-jenis APAR serta pembuatan jalur evakuasi darurat kepada Tenaga Pengajar dan Peserta Didik SDN 02 Desa Kudap.GCN Latih Guru SDN 02 Kudap Gunakan APAR untuk Antisipasi Kebakaran
  Skuad PSPS Pekanbaru.(foto: mcr)PSPS Pekanbaru Gugat Denda Rp20 Juta dari PSSI, Ini Alasan Keberatannya
Marc Marquez.(foto: int)Marc Marquez Unggul 10 Poin, Tardozzi Ingatkan Ancaman Martin dan Bezzecchi
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri.(foto: int)Jalan Rusak dan Banjir Prioritas APBD Pekanbaru 2027, Ini Program Lain yang Disiapkan
Sebaran titik panas di Sumatera sore ini.(foto: infografis/halloriau.com)Hujan Seharian, Riau Nihil Hotspot! BMKG Catat 108 Titik Panas di Sumatera Sore Ini
Honda Bikers Day 2026 di Ambarawa diikuti 32.214 bikers dari seluruh Indonesia. 32.214 Bikers Honda Satukan Semangat Persaudaraan dalam Honda Bikers Day 2026
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved