www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Belajar dari Sengketa PAP Sawit Sumbar, Ekonom Unri Dorong Pemda dan Pengusaha Adu Data
Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:28:10 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

JAKARTA - Sengketa Pajak Air Permukaan (PAP) yang melibatkan industri sawit di Sumatera Barat dinilai dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam membangun sistem perpajakan yang lebih transparan dan terukur.

Ekonom Universitas Riau (Unri), Dr. Dahlan Tampubolon, SE, M.Si, menilai persoalan tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan kesediaan perusahaan memenuhi kewajiban pajak. Menurutnya, ketidakpastian mengenai objek pajak, dasar penghitungan, serta besaran tagihan juga menjadi faktor yang dapat memicu sengketa.

“Kasus sengketa PAP sawit di Sumbar menjadi bukti bahwa masalah utamanya bukan karena pengusaha enggan bayar pajak, tetapi karena ketidakpastian objek, dasar hitung dan angka tagihan yang dianggap main tembak,” ujar Dahlan, Selasa (18/8/2026).

Menurut Dahlan, pemerintah daerah memang dapat menggunakan data dan metode official assessment dalam menetapkan PAP. Namun, perhitungan tersebut harus didukung data yang mampu menggambarkan kondisi penggunaan air permukaan secara aktual.

Ia menjelaskan, perusahaan atau pabrik kelapa sawit (PKS) yang mengambil air dari sungai maupun waduk untuk kegiatan produksi pada prinsipnya dapat menjadi objek PAP. Namun, pemerintah perlu memiliki dasar yang jelas untuk membuktikan volume air yang benar-benar dimanfaatkan.

“Kalau pemerintah menghitung hanya menggunakan asumsi kapasitas produksi, luas kebun atau variabel lain yang tidak berkaitan langsung dengan penggunaan air, perusahaan wajar membawa bukti teknis untuk menguji perhitungan tersebut,” katanya.

Keberatan Pajak Bukan Berarti Menghindar

Dahlan menegaskan, perusahaan yang mengajukan keberatan maupun banding terhadap penetapan pajak tidak serta-merta dapat dikategorikan sebagai pengemplang pajak.

Menurutnya, mekanisme keberatan dan banding merupakan bagian dari proses untuk memastikan penetapan pajak sesuai ketentuan serta didukung data yang dapat diverifikasi.

Di sisi lain, ia juga meminta perusahaan bersikap terbuka mengenai penggunaan air permukaan yang menjadi dasar penghitungan PAP.

“Jangan perusahaan juga ngeles. Kalau memang mengambil air permukaan, buka data pemakaian riilnya,” ujarnya.

Karena itu, Dahlan menilai penyelesaian sengketa sebaiknya tidak berlarut-larut. Pemerintah daerah dan perusahaan perlu duduk bersama untuk melakukan verifikasi terhadap data penggunaan air.

Pemerintah, kata dia, dapat menunjukkan lokasi intake, alat ukur debit, serta formula Nilai Perolehan Air Permukaan (NPAP) yang digunakan dalam penghitungan.

Sementara itu, perusahaan dapat membuka catatan penggunaan air aktual sebagai bahan pembanding. Data dari kedua pihak kemudian dapat diverifikasi dan diaudit secara berkala.

Menurut Dahlan, keterbukaan data menjadi salah satu kunci untuk menciptakan sistem pemungutan pajak yang lebih adil sekaligus mencegah munculnya sengketa serupa di kemudian hari.

“Pajak adil itu bukan cuma soal ada aturan di atas kertas, tetapi soal transparansi hitungan di lapangan. Kalau data terang, sengketa pun hilang,” pungkasnya.(*)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ketua DPW Aliansi Merah Putih, Eko Wibowo (foto/ist)Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
Ist.BKawan BRK Syariah Dekatkan Layanan Keuangan ke Masyarakat Kepulauan Karimun
Tersangka SS saat diamankan di Mapolres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Diduga 4 Kali Cabuli Bocah, Seorang Karyawan di Pangkalan Kuras Dibui
Wakil Bupati Pelalawan, Husni Thamrin meninjau kesiapan personel Satlantas Polres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Bukan Sekadar Tilang, Ini Fokus Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 di Pelalawan
Tim FP GCN RPP melakukan pelatihan cara penggunaan dan jenis-jenis APAR serta pembuatan jalur evakuasi darurat kepada Tenaga Pengajar dan Peserta Didik SDN 02 Desa Kudap.GCN Latih Guru SDN 02 Kudap Gunakan APAR untuk Antisipasi Kebakaran
  Skuad PSPS Pekanbaru.(foto: mcr)PSPS Pekanbaru Gugat Denda Rp20 Juta dari PSSI, Ini Alasan Keberatannya
Marc Marquez.(foto: int)Marc Marquez Unggul 10 Poin, Tardozzi Ingatkan Ancaman Martin dan Bezzecchi
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri.(foto: int)Jalan Rusak dan Banjir Prioritas APBD Pekanbaru 2027, Ini Program Lain yang Disiapkan
Sebaran titik panas di Sumatera sore ini.(foto: infografis/halloriau.com)Hujan Seharian, Riau Nihil Hotspot! BMKG Catat 108 Titik Panas di Sumatera Sore Ini
Honda Bikers Day 2026 di Ambarawa diikuti 32.214 bikers dari seluruh Indonesia. 32.214 Bikers Honda Satukan Semangat Persaudaraan dalam Honda Bikers Day 2026
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Pengumuman dan Penyerahan Penghargaan LKJ Raja Ali Kelana 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved