PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru kembali merilis perkembangan terbaru titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera.
Hingga Minggu (16/8/2026) sore terpantau sebanyak 347 hotspot tersebar di berbagai provinsi, dengan Sumatera Selatan dan Riau menjadi dua wilayah penyumbang terbesar.
Berdasarkan data BMKG, Sumatera Selatan mencatat jumlah hotspot paling tinggi, yakni 160 titik, disusul Provinsi Riau dengan 52 titik, serta Bangka Belitung sebanyak 49 titik.
Sementara itu, provinsi lain yang turut terdeteksi memiliki titik panas antara lain Jambi sebanyak 30 titik, Lampung 22 titik, Kepulauan Riau 14 titik, Sumatera Utara 10 titik, Bengkulu dan Sumatera Barat masing-masing 4 titik, serta Aceh 2 titik.
"Total titik panas wilayah Sumatera pada Minggu sore mencapai 347 titik," kata Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yasir.
Dari total 52 hotspot yang terdeteksi di Provinsi Riau, Kabupaten Pelalawan menjadi daerah dengan jumlah terbanyak, yakni 28 titik atau lebih dari separuh total hotspot di provinsi tersebut.
Selain Pelalawan, sebaran hotspot di Riau meliputi Kabupaten Kampar 5 titik, Rokan Hilir 4 titik, Bengkalis 3 titik, Indragiri Hulu 3 titik, Kepulauan Meranti 2 titik, Siak 2 titik, Indragiri Hilir 1 titik, Kota Dumai 1 titik dan Pekanbaru 3 titik.
Tingginya jumlah hotspot di Pelalawan menjadi perhatian karena wilayah tersebut termasuk daerah yang memiliki kawasan gambut cukup luas dan rentan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama saat musim kemarau.
BMKG terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan hotspot sebagai bagian dari sistem peringatan dini potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera, khususnya Provinsi Riau.