PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 628 titik panas (hotspot) terdeteksi di Pulau Sumatera pada Rabu (12/8/2026) sore.
Provinsi Riau menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak kedua setelah Sumatera Selatan, yakni mencapai 115 titik.
Data BMKG menunjukkan, Sumatera Selatan masih mendominasi dengan 259 hotspot, disusul Riau sebanyak 115 titik, Jambi 84 titik, Lampung 61 titik, Bangka Belitung 52 titik, Kepulauan Riau 34 titik, Sumatera Barat 17 titik, Sumatera Utara 4 titik, dan Bengkulu 2 titik.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yudhistira mengatakan, jumlah titik panas di Riau tersebar di hampir seluruh kabupaten.
"Total titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera pada Rabu sore tercatat sebanyak 628 titik. Sementara di Provinsi Riau terdeteksi 115 hotspot yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota," tuturnya.
Berdasarkan pemantauan BMKG, Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak di Riau, yakni 30 titik, disusul Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 29 titik dan Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 22 titik.
Sementara itu, Kabupaten Pelalawan terpantau memiliki 10 titik panas, kemudian Kampar, Kuantan Singingi, dan Siak masing-masing 5 titik.
Adapun Kepulauan Meranti tercatat 3 titik, Rokan Hilir dan Rokan Hulu masing-masing 2 titik, sedangkan Kota Dumai terdeteksi 1 titik panas.
Meningkatnya jumlah hotspot menjadi indikator yang terus dipantau BMKG sebagai bagian dari sistem peringatan dini potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Namun, keberadaan hotspot belum dapat dipastikan sebagai kejadian kebakaran sebelum dilakukan verifikasi lebih lanjut di lapangan.