www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Mahasiswa Unri Sulap Limbah Cangkang Sawit Jadi Bata Ringan Ramah Lingkungan
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Agustus-September Jadi Periode Kritis El Nino, Riau Waspadai Karhutla hingga 2027
Senin, 10 Agustus 2026 - 21:07:12 WIB
Apel kesiapsiagaan hadapi karhutla di halaman Mapolda Riau.(foto: risnaldi/halloriau.com)
Apel kesiapsiagaan hadapi karhutla di halaman Mapolda Riau.(foto: risnaldi/halloriau.com)

PEKANBARU - Pemprov Riau meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah wilayah tersebut memasuki fase kritis musim kemarau yang beriringan dengan penguatan fenomena El Nino.

Kesiapsiagaan lintas sektor diperkuat melalui apel bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan seluruh unsur penanggulangan karhutla di Halaman Mapolda Riau, Senin (10/8/2026).

Langkah tersebut tidak sekadar menjadi agenda rutin. Pemerintah daerah memastikan personel, armada, peralatan pemadaman, komunikasi hingga dukungan operasional siap dikerahkan sewaktu-waktu ketika titik api muncul di wilayah rawan.

Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto mengatakan, kondisi meteorologis saat ini menuntut seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan.

Agustus hingga September dipandang sebagai periode yang harus mendapat perhatian khusus karena bertepatan dengan puncak musim kemarau di Riau.

“Berdasarkan informasi BMKG, Riau sedang menghadapi fase El Nino kuat, bersamaan dengan periode kritis atau puncak musim kemarau pada Agustus hingga September. Karena itu, peringatan dini harus segera diterjemahkan menjadi aksi dini,” ujar SF Hariyanto.

SF Hariyanto menekankan, keberhasilan penanganan karhutla tidak semata ditentukan oleh kemampuan memadamkan api setelah kebakaran terjadi.

Kecepatan mendeteksi potensi kebakaran dan kesiapan bergerak menjadi bagian penting dalam memutus api sebelum meluas.

Karena itu, setiap unsur diminta memeriksa kembali kondisi kendaraan operasional, perangkat komunikasi, perlengkapan keselamatan, ketersediaan sumber air hingga akses menuju lokasi yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

“Jangan sampai penanganan terlambat karena peralatan tidak berfungsi atau akses menuju lokasi belum diketahui,” katanya.

Menurut SF Hariyanto, apel kesiapsiagaan menjadi momentum untuk memastikan seluruh komponen memiliki pemahaman dan kesiapan yang sama apabila terjadi kebakaran.

“Melalui apel ini, mari kita pastikan kesiapan personel, peralatan, komunikasi, serta dukungan operasi dapat digerakkan ketika dibutuhkan,” lanjutnya.

Kewaspadaan Pemprov Riau tidak hanya diarahkan pada kondisi Agustus dan September. Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam apel tersebut, kondisi kemarau dan faktor iklim yang menyertainya berpotensi memberikan dampak hingga awal triwulan pertama 2027.

Situasi ini membuat strategi pencegahan menjadi semakin penting. Pemerintah daerah bersama aparat dan unsur terkait didorong untuk memperkuat deteksi dini sekaligus mempercepat respons ketika ditemukan indikasi kebakaran.

Penanganan juga membutuhkan kerja bersama karena karhutla memiliki karakter lintas wilayah dan dapat berkembang cepat ketika kondisi lahan kering serta cuaca mendukung.

SF Hariyanto menegaskan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Kolaborasi harus melibatkan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dunia usaha dan masyarakat.

Koordinasi tersebut terutama diarahkan untuk memperkuat patroli, pemantauan wilayah rawan serta respons cepat terhadap laporan kebakaran.

Faktor cuaca menjadi perhatian lain dalam kesiapsiagaan Riau. Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo menuturkan, perubahan pola angin monsun turut memengaruhi kondisi atmosfer dan tingkat kekeringan.

Menurutnya, berkurangnya pasokan uap air dari arah utara dan masuknya angin dari Australia yang relatif lebih kering dapat memperbesar tantangan dalam pengendalian kebakaran.

“Berdasarkan prediksi BMKG, kita sudah memasuki tahap awal, El Nino sudah mulai mendekat, kemudian angin monsun dari utara semakin kecil membawa uap air dan berganti dengan angin monsun dari selatan, dari Australia, yang cenderung lebih kering,” jelas Agus Hadi Waluyo.

Ia juga menyebut kondisi El Nino yang saat ini sudah kuat berpotensi berkembang menjadi kategori yang lebih ekstrem.

“Nantinya, kemungkinan El Nino yang saat ini sudah sangat kuat dapat berubah menjadi ekstrem kuat,” sambungnya.

Pangdam mengatakan berbagai langkah pencegahan telah dilakukan bersama sejak fase pra-bencana. Strategi tersebut meliputi patroli, edukasi masyarakat, penyampaian informasi serta mitigasi struktural dan nonstruktural.

Langkah tersebut dinilai penting karena pencegahan menjadi lapisan pertahanan pertama sebelum kebakaran berkembang menjadi bencana yang lebih besar.

“Semua sudah kita lakukan supaya ada kesadaran bersama untuk menjaga lahan-lahan yang ada di wilayah Riau ini,” ujarnya.

Menurut Agus, potensi memburuknya kondisi cuaca tetap harus diantisipasi dengan kesiapan di lapangan.

“Meskipun besar kemungkinan kondisi tersebut akan terjadi, kita sudah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasinya,” pungkasnya.

Penulis: Risnaldi
Editor: Barkah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Mahasiswa Universitas Riau ciptakan bata ringan ramah lingkungan dari limbah cangkang sawit (foto/ist)Mahasiswa Unri Sulap Limbah Cangkang Sawit Jadi Bata Ringan Ramah Lingkungan
Kadisdik Pekanbaru, Abdul Jamal (foto/int)Sekolah SD dan SMP Negeri Pekanbaru Dapat Dana Operasional Rp2 M
Ilustrasi Koalisi Untuk Gajah Pelalawan soroti sidang kasus perburuan gading gajah (foto/riki)Koalisi Minta Sidang Kasus Perburuan Gajah Pelalawan Transparan dan Bongkar Jaringan Perdagangan
Ilustrasi luas Karhutla Riau tembus 18.770 hektare (foto/int)87,9 Hektare Lahan Kembali Terbakar, Total Karhutla Riau Capai 18,7 Ribu Hektare
Ketua APHI Soewarso.APHI Nilai Inpres Karhutla Perkuat Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran
  Ilustrasi Pemko Pekanbaru terus kebut perbaikan jalan (foto/int)DPRD Apresiasi Pemko Pekanbaru Perbaiki Jalan Limbungan Rumbai
Ilustrasi hotspot Riau tembus 346 titik (foto/int)Hotspot Riau Melonjak, Inhil Membara 111 Titik Panas
Ilustrasi cuaca di Riau minim peluang hujan (foto/int)Minim Potensi Hujan, BMKG Prediksi Cuaca Riau Dominan Berawan
Walikota Pekanbaru H. Agung Nugroho.Atasi Genangan, Pemko Pekanbaru Perbaiki Drainase di Enam Ruas Jalan
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Syahrial Abdi.Syahrial Abdi: Nilai BerAKHLAK Harus Diterapkan dalam Kerja Sehari-hari
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Kabut Asap Tebal Sesakkan Dada Warga Pekanbaru
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved