PEKANBARU - Sebaran titik panas atau hotspot di Provinsi Riau kembali menunjukkan angka tinggi. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, sebanyak 61 hotspot terdeteksi di Riau pada Minggu (9/8/2026).
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Gita Dewi mengatakan, jumlah hotspot di Riau menjadi salah satu bagian dari total 552 titik panas yang terpantau di wilayah Sumatera.
"Pada Minggu (9/8/2026), total titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera terpantau sebanyak 552 titik. Dari jumlah tersebut, Riau menyumbang 61 titik panas," kata Gita Dewi.
Sebaran hotspot di Pulau Sumatera didominasi Sumatera Selatan dengan 192 titik. Selanjutnya Lampung 68 titik, Riau 61 titik, Jambi 58 titik, Kepulauan Riau 43 titik, Sumatera Utara 25 titik, Bengkulu 13 titik, Bangka Belitung 87 titik, Aceh 3 titik, serta Sumatera Barat 2 titik.
Di Riau, Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak. Dari total 61 titik panas yang terdeteksi, sebanyak 44 titik berada di daerah tersebut.
Sementara itu, Kota Dumai mencatat enam hotspot, Kabupaten Rokan Hilir lima titik, Kabupaten Siak tiga titik, Kabupaten Bengkalis satu titik, Kabupaten Pelalawan satu titik, Kabupaten Indragiri Hilir satu titik.
"Untuk wilayah Riau, hotspot terpantau tersebar di Kabupaten Bengkalis satu titik, Kota Dumai enam titik, Kabupaten Pelalawan satu titik, Kabupaten Rokan Hilir lima titik, Kabupaten Siak tiga titik, Kabupaten Indragiri Hilir satu titik dan Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 44 titik," ujar Gita.
Tingginya jumlah hotspot tersebut menjadi perhatian, terutama di wilayah yang memiliki potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemantauan terhadap titik panas perlu terus dilakukan untuk memastikan setiap indikasi kebakaran dapat segera ditindaklanjuti.
BMKG juga mengingatkan agar keberadaan hotspot tidak langsung diartikan sebagai kebakaran. Titik panas merupakan indikator awal yang perlu diverifikasi di lapangan untuk memastikan apakah benar terdapat kebakaran hutan atau lahan.
Dengan puluhan hotspot yang terpantau di sejumlah wilayah Riau, koordinasi antara pemerintah daerah, petugas lapangan dan masyarakat menjadi penting untuk mencegah potensi kebakaran meluas, khususnya di daerah dengan konsentrasi hotspot yang tinggi.