PEKANBARU - Akses penghubung antara wilayah Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), menuju Duri, Kabupaten Bengkalis, mulai mendapat penanganan.
Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR PKPP) Provinsi Riau mengerahkan alat berat untuk menangani sejumlah bagian jalan yang mengalami kerusakan parah.
Perbaikan yang dilakukan saat ini masih bersifat sementara. Langkah tersebut difokuskan untuk menutup lubang-lubang besar yang dinilai mengganggu kelancaran dan keselamatan pengguna jalan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kadis PUPR PKPP Riau, Zulfahmi mengatakan, material timbunan digunakan terlebih dahulu untuk memperbaiki titik jalan yang mengalami kerusakan cukup berat.
Selain itu, pihaknya juga menyiapkan saluran air guna mencegah genangan yang berpotensi memperparah kondisi badan jalan.
“Untuk sementara ditimbun dulu, sembari dibuatkan saluran air supaya tidak menggenang di jalan, untuk penanganan lebih lanjut akan dianggarkan di APBD P 2026,” ujar Zulfahmi, Selasa (4/8/2026).
Menurut Zulfahmi, terdapat tiga lokasi di ruas Jalan Sontang-Duri yang kondisinya tergolong kritis.
Tim Dinas PUPR PKPP Riau sebelumnya telah turun langsung untuk melihat kondisi lapangan sekaligus memetakan kebutuhan penanganannya.
“Ada tiga titik yang sangat kritis kondisi jalannya. Sebelumnya juga sudah kami tinjau,” ucapnya.
Hasil kajian teknis menunjukkan kerusakan di tiga lokasi tersebut membutuhkan penanganan yang tidak sederhana.
Badan jalan harus ditinggikan dengan material timbunan hingga sekitar satu meter sebelum masuk ke tahap konstruksi berikutnya.
Dinas PUPR PKPP Riau juga telah menyiapkan desain teknis perbaikan. Setelah proses penimbunan dilakukan, ruas jalan tersebut direncanakan diperkuat menggunakan konstruksi rigid pavement atau perkerasan beton.
“Desain perbaikan sudah dibuat tinggal perbaikan saja, kondisinya cukup berat dan harus ditimbun dulu hingga 1 meter jadi materialnya sangat banyak. Nanti akan di rigid jalannya,” jelasnya.
Kebutuhan material dalam jumlah besar membuat penanganan permanen tiga titik kerusakan tersebut membutuhkan anggaran cukup besar.
Dinas PUPR PKPP Riau memperkirakan biaya yang diperlukan mencapai sekitar Rp10 miliar.
Keterbatasan anggaran menjadi salah satu alasan perbaikan permanen belum dapat direalisasikan pada tahun berjalan.
Untuk sementara, pemerintah memilih melakukan penanganan darurat agar akses masyarakat tetap dapat digunakan.
Zulfahmi menegaskan, kondisi jalan tersebut tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.
Namun, pengguna jalan masih memiliki sejumlah jalur alternatif untuk menghubungkan wilayah Rohul dengan Duri.
“Tiga titik kerusakan jalan itu perlu anggaran Rp10 M. Bukan berarti menyampingkan itu, tapi juga masih ada alternatif jalan lain dari Rohul ke Duri termasuk Mahato-Simpang Manggala. Termasuk lewat Tandun masih ada alternatif, tapi tetap kami prioritaskan tahun depan,” pungkasnya.