PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat sebanyak 193 titik panas (hotspot) terdeteksi di Pulau Sumatera berdasarkan pembaruan data hingga pukul 23.00 WIB, Sabtu (1/8/2026). Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau menyumbang 27 titik panas yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Yasir, mengatakan Provinsi Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 46 titik. Disusul Sumatera Barat sebanyak 35 titik, Bangka Belitung 31 titik, Riau 27 titik, Aceh 19 titik, Lampung 18 titik, Jambi 12 titik, Bengkulu empat titik, dan Kepulauan Riau satu titik.
"Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera sebanyak 193 titik, sedangkan di Provinsi Riau terpantau sebanyak 27 titik panas," kata Yasir, Sabtu (1/8/2026).
Di Provinsi Riau, Kota Dumai menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni sembilan titik. Selanjutnya Kabupaten Pelalawan empat titik, Kabupaten Kepulauan Meranti tiga titik, Kabupaten Siak tiga titik, Kabupaten Rokan Hilir dua titik, Kabupaten Indragiri Hulu dua titik, serta Kota Pekanbaru dua titik.
Data tersebut menunjukkan masih adanya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Riau. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas yang dapat memicu munculnya titik api.
BMKG juga mengingatkan seluruh pihak untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan memantau perkembangan informasi cuaca serta hotspot sebagai langkah antisipasi terhadap potensi karhutla yang masih mengancam di musim kemarau.