PEKANBARU - Persaingan untuk mengisi jajaran pimpinan PT Bank Riau Kepri Syariah (BRKS) memasuki tahapan baru.
Panitia Seleksi (Pansel) resmi mengumumkan 28 calon yang dinyatakan lolos seleksi administrasi untuk menduduki sejumlah posisi strategis di bank syariah milik daerah tersebut.
Pengumuman hasil seleksi administrasi itu ditetapkan pada Jumat (31/7/2026), dan ditandatangani Ketua Pansel Syahrial Abdi.
Puluhan kandidat tersebut selanjutnya akan menjalani tahapan uji kelayakan dan kepatutan sebagai bagian dari proses penentuan calon pimpinan BRKS.
Dari keseluruhan peserta yang lolos, posisi komisaris independen memiliki jumlah kandidat terbanyak, yakni 14 orang. Sementara posisi komisaris utama diikuti tiga calon.
Untuk jabatan komisaris utama, tiga nama yang dinyatakan lolos seleksi administrasi adalah Herman, Indra dan Ninno Wastikasari.
Adapun 14 calon yang lolos untuk posisi komisaris independen terdiri dari Arieta Aryanti, Dedek Abdul Halim, Dhani Setia Adji, Edian Fahmi, Eka Afriadi, Endang Nuryadin, Heru Kurniawan, Mira Rozanna, Muhammad Irvin Artha, Mursyid, Nizam, Sri Erlinda, Syafrizalsyah dan Wachyono.
Persaingan untuk posisi direktur utama mengerucut pada dua nama, yakni Helwin Yunus dan Wahyudi Gustiawan.
Sementara itu, tiga kandidat dinyatakan lolos untuk memperebutkan posisi direktur operasional. Mereka adalah Asj'ari, Indra Gunawan, dan Wan Mukhlis.
Untuk jabatan direktur dana dan jasa, Pansel menyatakan dua kandidat lolos seleksi administrasi, yaitu Edi Wardana dan Yudi Aditiya Yudhana.
Sedangkan posisi direktur kepatuhan dan manajemen risiko diikuti empat kandidat yang lolos administrasi, yakni Arhim Syafei, Asep Saripudin, Muhammad Nanang, dan Yasral Yazid.
Ketua Pansel Syahrial Abdi menegaskan, proses seleksi administrasi telah rampung dan sebanyak 28 peserta dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.
"Uji kelayakan dan kepatutan masing-masing calon komisaris dan direksi BRKS ini akan dilaksanakan oleh Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) di Jakarta," ujar Syahrial.
Tahapan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test tersebut menjadi proses penting sebelum penentuan calon yang akan mengisi jajaran komisaris dan direksi BRKS. Pelaksanaan seleksi selanjutnya akan dilakukan oleh LPPI di Jakarta.
Sementara itu, jadwal pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan akan diumumkan lebih lanjut oleh Pansel melalui situs resmi BRKS https://brksyariah.co.id.
Selain mengumumkan hasil seleksi administrasi, Pansel juga membuka ruang partisipasi publik untuk memberikan informasi mengenai rekam jejak para kandidat.
Masyarakat dapat menyampaikan informasi tersebut mulai 31 Juli hingga 19 Agustus 2026.
Masukan dari masyarakat dapat disampaikan secara langsung kepada Biro Ekonomi Sekretariat Daerah Provinsi Riau yang beralamat di Lantai III Gedung Menara Lancang Kuning, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru.