PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru melaporkan jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera mencapai 373 titik pada Minggu (19/7/2026).
Sebaran hotspot masih didominasi sejumlah provinsi dengan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang perlu terus dipantau.
Provinsi Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 148 titik, disusul Bangka Belitung sebanyak 101 titik, Jambi 44 titik, Lampung 32 titik, Riau 17 titik, Aceh 12 titik, Sumatera Barat 9 titik, Sumatera Utara 4 titik, serta masing-masing Bengkulu dan Kepulauan Riau sebanyak 3 titik.
Di Provinsi Riau, titik panas tersebar di tiga kabupaten. Kabupaten Indragiri Hulu menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni 10 titik, diikuti Indragiri Hilir sebanyak 4 titik, dan Bengkalis sebanyak 3 titik.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Gita Dewi mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan satelit, jumlah hotspot di Sumatera hari ini mencapai ratusan titik dengan Riau menyumbang 17 titik.
"Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera hari ini ada 373 titik. Untuk Provinsi Riau terpantau 17 titik yang tersebar di Kabupaten Bengkalis tiga titik, Indragiri Hilir empat titik, dan Indragiri Hulu sepuluh titik," ujar Gita Dewi.
Data hotspot menjadi salah satu indikator awal yang digunakan untuk mendeteksi potensi kebakaran hutan dan lahan.
Namun, keberadaan hotspot belum tentu menunjukkan telah terjadi kebakaran sehingga masih memerlukan verifikasi lebih lanjut di lapangan.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan hotspot sebagai langkah antisipasi guna mencegah meluasnya karhutla, terutama di wilayah yang memasuki periode cuaca relatif kering.