PEKANBARU - Sebaran titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera kembali menunjukkan peningkatan berdasarkan pemantauan satelit pada Sabtu (18/7/2026) sore.
Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat total 272 hotspot terdeteksi di berbagai provinsi, dengan Sumatera Selatan menjadi wilayah penyumbang terbanyak.
Sementara itu, Provinsi Riau terpantau memiliki 13 titik panas yang tersebar di tiga kabupaten.
Sebagian besar hotspot berada di Kabupaten Indragiri Hulu, sehingga menjadi daerah dengan jumlah titik panas tertinggi di Riau pada hari ini.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Mari Frystine mengatakan, hasil pemantauan satelit menunjukkan bahwa sebaran hotspot di Sumatera masih didominasi oleh beberapa provinsi di bagian selatan.
"Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera pada Sabtu sore terpantau sebanyak 272 titik," ujar Mari Frystine.
Berdasarkan data BMKG, distribusi hotspot di Pulau Sumatera meliputi Sumatera Selatan 111 titik, Bangka Belitung 66 titik, Jambi 33 titik, Lampung 31 titik, Riau 13 titik, Sumatera Barat 7 titik, Aceh 5 titik, Sumatera Utara 2 titik dan Kepulauan Riau 2 titik.
Khusus di Provinsi Riau, rincian titik panas terdiri atas Kabupaten Indragiri Hulu 8 titik, Kabupaten Bengkalis 3 titik dan Kabupaten Indragiri Hilir 2 titik.
Dengan jumlah tersebut, Indragiri Hulu menyumbang lebih dari separuh hotspot di Riau, sehingga menjadi wilayah yang paling banyak terpantau memiliki indikasi titik panas dibandingkan kabupaten lainnya.
Hotspot merupakan indikator awal yang digunakan dalam pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Namun, keberadaan titik panas tidak selalu menunjukkan adanya kebakaran karena masih memerlukan verifikasi lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.
BMKG terus melakukan pemantauan berkala terhadap perkembangan hotspot sebagai bagian dari sistem peringatan dini, terutama pada musim kemarau ketika potensi karhutla cenderung meningkat di sejumlah wilayah Sumatera.