PEKANBARU – Komisi I DPRD Riau memastikan pelaksanaan fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan bagi calon anggota Komisi Informasi (KI) Provinsi Riau dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau akan digelar setelah masa reses anggota DPRD berakhir.
Agenda seleksi tersebut sebelumnya dijadwalkan berlangsung lebih awal. Namun, pelaksanaannya harus ditunda karena banyak anggota DPRD mengikuti kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) yang diselenggarakan partai politik.
Sekretaris Komisi I DPRD Riau, Amal Fathullah, mengatakan kondisi tersebut membuat jumlah anggota dewan yang dapat mengikuti proses seleksi menjadi terbatas.
"Memang kemarin kita rencananya mau laksanakan, tetapi karena ada Bimtek Demokrat dan Bimtek PKS, sehingga tidak banyak anggota dewan yang tersedia," ujar Amal Fathullah.
Ia menjelaskan, setelah agenda Bimtek selesai, DPRD Riau juga memasuki masa reses sehingga pelaksanaan fit and proper test kembali harus dijadwalkan ulang.
Menurut Amal, tahapan pertama yang akan dilaksanakan adalah uji kelayakan dan kepatutan bagi calon anggota Komisi Informasi Provinsi Riau. Setelah proses tersebut rampung, Komisi I akan melanjutkan seleksi terhadap calon anggota KPID Riau.
Sebanyak 15 peserta akan mengikuti fit and proper test calon anggota Komisi Informasi Provinsi Riau. Dari jumlah tersebut, nantinya akan dipilih lima orang yang akan ditetapkan sebagai komisioner.
Sementara itu, seleksi calon anggota KPID Riau diikuti oleh 21 peserta. Dari proses tersebut akan dipilih tujuh orang yang akan mengisi jabatan komisioner KPID Riau untuk periode berikutnya.
Amal menegaskan Komisi I DPRD Riau berkomitmen menjalankan seluruh tahapan seleksi sesuai mekanisme yang berlaku. Ia memastikan proses penilaian akan dilakukan secara objektif dan transparan agar menghasilkan komisioner yang memiliki kompetensi dan integritas.
"Prosesnya nanti akan berjalan sesuai tahapan dan perhitungan yang berlaku. Kita berharap seluruh proses berjalan dengan baik sehingga tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Amal.