PEKANBARU – BMKG Stasiun Pekanbaru mencatat sebanyak 24 titik panas (hotspot) terdeteksi di Provinsi Riau pada Sabtu (11/7/2026). Sebaran titik panas tersebut tersebar di delapan kabupaten dan kota, dengan Kabupaten Siak menjadi wilayah yang mencatat jumlah hotspot terbanyak.
Petugas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Yasir, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan satelit, total titik panas di Pulau Sumatera mencapai 222 titik.
"Berdasarkan hasil pemantauan pada hari ini, total titik panas di wilayah Sumatera mencapai 222 titik, sementara Provinsi Riau terdeteksi sebanyak 24 titik panas yang tersebar di sejumlah daerah," ujar Yasir, Sabtu (11/7/2026).
Dari total 24 hotspot di Riau, Kabupaten Siak menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni delapan titik. Disusul Kabupaten Rokan Hilir sebanyak tujuh titik, Kabupaten Rokan Hulu dua titik, Kabupaten Kampar dua titik, Kabupaten Pelalawan dua titik, Kabupaten Kuantan Singingi satu titik, Kabupaten Indragiri Hulu satu titik, dan Kota Dumai satu titik.
Sementara itu, Aceh menjadi provinsi dengan jumlah titik panas tertinggi di Sumatera, yakni 70 titik. Selanjutnya Sumatera Selatan 56 titik, Sumatera Utara 28 titik, Riau 24 titik, Lampung 17 titik, Kepulauan Bangka Belitung delapan titik, Sumatera Barat tujuh titik, Bengkulu tujuh titik, serta Jambi lima titik.
Yasir mengatakan data hotspot tersebut merupakan hasil deteksi satelit yang digunakan sebagai indikator awal adanya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sehingga masih memerlukan verifikasi lebih lanjut di lapangan.
"Kami mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan terus memantau perkembangan titik panas sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan," kata Yasir.