PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat jumlah titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera mengalami penurunan pada Jumat (3/7/2026) sore.
Dari total 78 hotspot yang terpantau melalui satelit, Provinsi Riau hanya menyumbang satu titik panas yang berada di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).
Data tersebut menunjukkan bahwa wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak berada di Sumatera Selatan, disusul Kepulauan Bangka Belitung dan Lampung.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Putri Santy mengatakan, hasil pemantauan satelit hingga sore hari mencatat sebaran hotspot masih terkonsentrasi di sejumlah provinsi di Sumatera.
"Total titik panas (hotspot) wilayah Sumatera pada Jumat sore terpantau sebanyak 78 titik. Untuk Provinsi Riau terdapat satu titik panas yang berada di Kabupaten Inhu," ujar Putri Santy.
Secara keseluruhan, distribusi hotspot di Pulau Sumatera meliputi Aceh enam titik, Jambi lima titik, Lampung sembilan titik, Sumatera Barat satu titik, Sumatera Selatan 28 titik, Sumatera Utara lima titik, Kepulauan Bangka Belitung 23 titik, serta Riau satu titik.
Meski jumlah hotspot di Riau relatif rendah dibandingkan provinsi lain, keberadaan titik panas tetap menjadi perhatian karena berpotensi berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) apabila kondisi cuaca mendukung.
BMKG mengimbau seluruh pihak untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang memasuki musim kemarau.
Pemantauan hotspot secara berkala menjadi salah satu langkah penting dalam mendeteksi dini potensi karhutla sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.