PEKANBARU - Provinsi Riau kembali mencatatkan kondisi yang menggembirakan dalam pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan data terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, hingga Selasa (30/6/2026) sore, tidak ditemukan satu pun titik panas (hotspot) di wilayah Riau.
Sementara itu, secara keseluruhan di Pulau Sumatera terpantau terdapat 53 titik panas yang tersebar di beberapa provinsi.
Jumlah terbanyak berada di Sumatera Selatan dengan 33 titik, disusul Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 13 titik.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Deby mengatakan, hasil pemantauan satelit menunjukkan Riau masih berada dalam kondisi aman dari indikasi munculnya hotspot.
"Total titik panas wilayah Sumatera pada Selasa sore mencapai 53 titik," ujar Deby.
"Sebarannya meliputi Aceh satu titik, Jambi dua titik, Lampung empat titik, Sumatera Selatan 33 titik, Bangka Belitung 13 titik, sedangkan Riau nihil titik panas," bebernya.
Kondisi nihil hotspot di Riau menjadi indikator positif terhadap upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang terus dilakukan berbagai pihak.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama memasuki periode musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko karhutla.