PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat sebanyak 78 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Pulau Sumatera pada Selasa (9/6/2026). Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau menjadi salah satu daerah yang tidak terpantau memiliki titik panas atau nihil hotspot.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Deby, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan satelit, sebaran titik panas masih ditemukan di sejumlah provinsi di Sumatera dengan jumlah terbanyak berada di Sumatera Selatan.
"Total titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera terpantau sebanyak 78 titik," kata Deby, Selasa (9/6/2026).
Ia menjelaskan, Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni mencapai 47 titik. Sementara itu, Aceh terdeteksi 13 titik panas, Lampung enam titik, Sumatera Utara enam titik, Bengkulu empat titik, dan Jambi dua titik.
"Sebaran hotspot di Sumatera meliputi Aceh 13 titik, Bengkulu empat titik, Jambi dua titik, Lampung enam titik, Sumatera Selatan 47 titik, dan Sumatera Utara enam titik. Sedangkan Riau nihil hotspot," ujarnya.
Kondisi nihil titik panas di Riau menjadi kabar positif di tengah meningkatnya jumlah hotspot di sejumlah wilayah Sumatera. Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama memasuki periode cuaca yang lebih kering di beberapa daerah.
BMKG terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan titik panas guna mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di wilayah Sumatera.