PEKANBARU – Proses pemulangan jemaah haji asal Provinsi Riau Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi terus berlangsung. Hingga kedatangan Kelompok Terbang (Kloter) BTH 06 di Debarkasi Batam, sebanyak 1.768 jemaah dan petugas haji asal Riau telah kembali ke Tanah Air setelah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, mengatakan jumlah tersebut terdiri dari 1.741 jemaah haji, 8 Petugas Haji Daerah (PHD), 3 pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta 16 petugas kloter.
Meski proses pemulangan berjalan lancar, masih terdapat satu jemaah asal Kabupaten Kampar yang tergabung dalam Kloter BTH 05 dan saat ini menjalani perawatan di Makkah didampingi seorang pendamping.
Pada pemulangan Kloter BTH 06, sebanyak 445 orang tiba di Tanah Air. Rombongan tersebut terdiri dari 439 jemaah haji, 2 Petugas Haji Daerah (PHD), dan 4 petugas kloter yang berasal dari Kabupaten Rokan Hilir, Kepulauan Meranti, Kampar, dan Kota Dumai.
Namun, setibanya di Batam, satu jemaah dari Kloter BTH 06 harus mendapatkan penanganan medis lanjutan dan dirujuk ke Rumah Sakit Awal Bros Botania Batam.
"Proses pemulangan jemaah haji Riau berjalan dengan baik. Kloter BTH 06 telah kembali ke Tanah Air dalam keadaan selamat. Kami terus melakukan pemantauan dan koordinasi agar seluruh jemaah dapat kembali ke daerah masing-masing dengan nyaman dan aman," ujar Defizon, Senin (8/6/2026).
Kloter BTH 06 menggunakan pesawat Saudi Airlines dengan nomor penerbangan SV 5186. Pesawat tersebut berangkat dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, pada pukul 08.30 Waktu Arab Saudi dan mendarat di Batam sesuai jadwal setelah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji.
Defizon menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang telah bekerja melayani jemaah sejak proses keberangkatan, selama pelaksanaan ibadah di Arab Saudi, hingga kepulangan ke Indonesia.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh petugas haji yang telah bekerja keras melayani jemaah. Semoga seluruh jemaah menjadi haji yang mabrur dan membawa keberkahan bagi keluarga serta daerahnya masing-masing," katanya.
Di tengah proses pemulangan yang masih berlangsung, Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau juga mencatat adanya jemaah yang wafat selama penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Hingga saat ini, tercatat 10 jemaah haji asal Riau meninggal dunia.
Dari jumlah tersebut, satu jemaah wafat di Madinah, enam jemaah meninggal dunia di Makkah, sementara tiga lainnya wafat sebelum keberangkatan ke Arab Saudi. Rinciannya, dua jemaah meninggal di Batam sebelum terbang ke Tanah Suci dan satu orang meninggal di daerah asal.
Pihak Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau memastikan akan terus memantau proses pemulangan jemaah yang tersisa hingga seluruhnya kembali ke daerah masing-masing dengan aman dan lancar.