PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 145 titik panas (hotspot) terdeteksi di Pulau Sumatera pada Jumat (5/6/2026). Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau menyumbang 24 titik panas yang tersebar di sejumlah kabupaten.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Alfa Nataris, mengatakan bahwa berdasarkan pemantauan satelit terbaru, titik panas terbanyak di Sumatera terpantau berada di Sumatera Selatan dengan 32 hotspot, disusul Sumatera Barat sebanyak 30 hotspot dan Riau sebanyak 24 hotspot.
Selain itu, hotspot juga terdeteksi di Jambi sebanyak 15 titik, Bengkulu 13 titik, Bangka Belitung 13 titik, Sumatera Utara 11 titik, Aceh 6 titik, dan Lampung 1 titik.
"Di Provinsi Riau, sebaran titik panas paling banyak ditemukan di Kabupaten Bengkalis dengan 9 titik. Kemudian disusul Kabupaten Kuantan Singingi sebanyak 5 titik, Kabupaten Rokan Hilir 4 titik, Kabupaten Indragiri Hulu 3 titik, Kabupaten Kampar 2 titik, dan Kabupaten Pelalawan 1 titik," ujar Alfa.
Meningkatnya jumlah hotspot ini menjadi perhatian serius karena berpotensi mengindikasikan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah kondisi cuaca panas dan minimnya curah hujan di sejumlah wilayah.
BMKG terus melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan hotspot guna mendukung upaya pencegahan dan penanganan dini karhutla di wilayah Sumatera, khususnya di Riau yang menjadi salah satu daerah rawan kebakaran lahan saat musim kemarau.