PEKANBARU - Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Sumatera mengalami eskalasi serius di awal bulan Juni 2026 ini.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi adanya lonjakan drastis jumlah titik panas (hotspot) yang tersebar di hampir seluruh provinsi di Pulau Sumatera.
Berdasarkan data sensor satelit terbaru, total titik panas di Sumatera hari ini telah menembus angka 647 titik.
Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan penuh dari satgas karhutla daerah guna mengantisipasi munculnya titik api (firespot).
Dari total ratusan titik panas yang terpantau, Provinsi Aceh dan Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan akumulasi hotspot paling masif.
Keduanya menyumbang lebih dari separuh total titik panas di seluruh Sumatera.
Sementara itu, Provinsi Bangka Belitung juga menunjukkan tren mengkhawatirkan dengan nangkring di posisi ketiga.
"Total titik panas wilayah Sumatera hari ini, Senin (1/6/2026) ada 647 titik," ujar Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yudhistira.
Secara rinci, sebaran 647 titik panas di wilayah Sumatera per hari ini meliputi Aceh 174 titik, Sumatera Selatan 166 titik, Bangka Belitung 106 titik dan Sumatera Barat 64 titik.
Kemudian, di Bengkulu 56 titik, Riau 35 titik, Jambi 21 titik, Lampung 13 titik, Sumatera Utara 10 titik dan Kepulauan Riau 2 titik.
Khusus untuk Provinsi Riau, BMKG mencatat ada 35 titik panas yang menyebar di tujuh wilayah kabupaten dan kota.
Dari jumlah tersebut, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) menjadi wilayah yang paling diwaspadai karena menyumbang angka fluktuasi tertinggi, yakni mencapai 24 titik panas.
Selanjutnya di Kabupaten Rokan Hulu 3 titik, Kabupaten Pelalawan 3 titik, Kabupaten Bengkalis 2 titik, Kabupaten Indragiri Hulu 1 titik, Kabupaten Siak 1 titik dan Kota Dumai 1 titik.