DUMAI – Anak-anak di Lubuk Gaung, Dumai, kini dapat menikmati lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman setelah tiga taman kanak-kanak menerima dukungan renovasi sekolah dari PT Ivo Mas Tunggal (PT IMT), anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food, bekerja sama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia dan ADM.
Dukungan tersebut meliputi renovasi TK Ar Rahman, TK Saida Al Amin, dan TK Al Hilmi, serta pembagian seragam sekolah bagi siswa sekolah dasar (SD) dari keluarga prasejahtera di wilayah sekitar. Ketiga sekolah tersebut melayani sekitar 130 siswa yang kini dapat memanfaatkan fasilitas belajar yang lebih baik. Perbaikan ini tidak hanya menghadirkan ruang belajar yang lebih layak, tetapi juga mendukung tumbuh kembang dan proses belajar anak sejak usia dini.
Para guru di tiga sekolah penerima renovasi menyampaikan bahwa perbaikan tersebut telah menciptakan lingkungan belajar yang lebih bersih, aman, dan nyaman bagi anak-anak. Fasilitas yang telah diperbaiki juga membantu menciptakan suasana belajar yang lebih positif dan menyenangkan.
“Keberadaan wastafel di sekolah membawa perubahan besar. Anak-anak kini bisa mencuci tangan dengan lebih higienis menggunakan air mengalir, tanpa harus membawa air setiap hari,” ujar Helmiati, salah satu guru di TK Al Hilmi.
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Dumai sekaligus Bunda PAUD Kota Dumai, Hj. Leni Ramaini, mengatakan bahwa pendidikan anak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak dan mempersiapkan mereka untuk jenjang pendidikan berikutnya.
“Dukungan seperti ini sangat berarti karena membantu memastikan anak-anak mendapatkan stimulasi dan pendampingan yang baik sejak usia dini. Kami berharap inisiatif ini dapat membantu memperkuat kualitas pembelajaran di pendidikan anak usia dini sekaligus mendukung para guru dalam mendampingi tumbuh kembang anak secara menyeluruh,” ujarnya.
Selain renovasi sekolah, program ini juga mencakup pembagian perlengkapan belajar dan kegiatan penanaman pohon di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya menciptakan ruang belajar yang lebih sehat dan ramah anak.
General Manager PT IMT, Paulus Tumanggor, mengatakan bahwa kolaborasi ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk terus mendukung masyarakat di sekitar wilayah operasional, khususnya di bidang pendidikan.
“Kami menyadari bahwa upaya meningkatkan kualitas pendidikan tidak dapat dilakukan sendiri dan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat memberikan dukungan berkelanjutan bagi anak-anak dan tenaga pendidik sekaligus berkontribusi terhadap penguatan kualitas pembelajaran di tingkat pendidikan anak usia dini,” ujarnya.
“Melalui ADM Cares, kami bangga dapat mendukung inisiatif yang membantu memperkuat masyarakat melalui akses pendidikan yang lebih baik, nutrisi, dan mata pencaharian berkelanjutan. Bersama Sinar Mas Agribusiness and Food dan Yayasan Tzu Chi Indonesia, kami berharap kolaborasi ini dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan mendukung bagi anak-anak di Dumai, sekaligus berkontribusi terhadap kesejahteraan dan ketahanan masyarakat di Riau dalam jangka panjang,” ujar Tobias Westphalen, Head of Feedstuffs Asia, ADM.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif pemberdayaan masyarakat antara Sinar Mas Agribusiness and Food, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, dan ADM yang dimulai melalui perjanjian kerja sama selama satu tahun yang ditandatangani pada 14 April 2025 di Jakarta. Sebagai bagian dari keberlanjutan program, ADM juga telah menyiapkan dukungan untuk dua proyek lanjutan di Dumai hingga tahun 2027 dan 2028.
Kolaborasi ini berfokus pada tiga bidang utama, yaitu pengembangan pertanian hidroponik berbasis masyarakat, upaya pencegahan stunting, serta peningkatan fasilitas dan kualitas pusat pendidikan anak usia dini di sekitar wilayah operasional di Kecamatan Sungai Sembilan, Dumai.
Sebelumnya, kolaborasi ini juga telah diwujudkan melalui revitalisasi fasilitas pendidikan anak usia dini dan program pelatihan bagi para pendamping, yang memberikan manfaat bagi lebih dari 160 anak dan pendamping di Dumai. Program serupa juga telah dilaksanakan di Siak sebagai bagian dari komitmen jangka panjang terhadap pemberdayaan masyarakat.
Tentang Sinar Mas Agribusiness and Food
Sinar Mas Agribusiness and Food, yang beroperasi di bawah Golden Agri-Resources (GAR), merupakan salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terkemuka dengan luas areal tanam di Indonesia lebih dari setengah juta hektar, termasuk kebun milik petani plasma, serta bermitra dengan lebih dari 800.000 petani swadaya. Sebagai bagian dari agribisnis global GAR dengan pendekatan seed-to-shelf, perusahaan ini mengelola operasi terpadu dalam produksi bahan pangan berbasis minyak nabati, serta terus bertumbuh dengan tujuan memberikan nilai jangka panjang melalui praktik produksi minyak kelapa sawit yang berkelanjutan.
Di Indonesia, kegiatan utama perusahaan meliputi budidaya dan pemanenan kelapa sawit, pengolahan tandan buah segar menjadi minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan inti sawit, serta penyulingan CPO menjadi produk bernilai tambah seperti minyak goreng, margarin, shortening, dan biodiesel yang dipasarkan ke berbagai negara. Perusahaan juga beroperasi di Tiongkok dan India dengan fasilitas pengolahan minyak nabati dan produk pangan.
Pada 2025, perusahaan memproduksi sekitar 2,8 juta metrik ton produk berbasis kelapa sawit dengan lebih dari 30 merek konsumen.
Keberlanjutan merupakan hal penting bagi perusahaan. Sejalan dengan kebijakan Responsible Agri-Commodity Sourcing dan kerangka Collective for Impact dari GAR, perusahaan berkomitmen memastikan praktik yang bertanggung jawab, meningkatkan transparansi rantai pasok, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Saat ini, 99,5% rantai pasok kelapa sawit di Indonesia dapat ditelusuri hingga ke tingkat perkebunan, sementara komoditas non-kelapa sawit mencapai 100% hingga tingkat pabrik.
Perusahaan induknya, GAR didirikan pada tahun 1996 dan tercatat di Bursa Efek Singapura pada 1999, dengan kapitalisasi pasar sebesar US$2,8 miliar per 31 Desember 2025. Flambo International Limited merupakan pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 50,56%. GAR memiliki beberapa anak perusahaan, termasuk PT SMART Tbk yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tahun 1992.
Secara global, GAR beroperasi di 14 negara dan menjangkau lebih dari 110 pasar, didukung oleh kekuatan logistik dan perdagangan komoditas lainnya seperti gula, kedelai, bunga matahari, dan kelapa.