PEKANBARU - Kabar duka datang dari Tanah Suci. Seorang calon jemaah haji asal Kota Pekanbaru yang tergabung dalam Kloter 10 BTH, Baharuddin Sidi Biditek, wafat di Kota Makkah, Sabtu (23/5/2026), di tengah persiapan menghadapi puncak ibadah haji menuju Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, mengatakan almarhum mengembuskan napas terakhir pada pukul 06.40 WAS di Hotel Safa Al Marjan. Sebelum meninggal dunia, Baharuddin diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi.
“Atas nama Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Bapak Baharuddin Sidi Biditek. Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni segala dosa-dosanya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini,” ujar Defizon.
Ia menjelaskan, pemerintah melalui petugas haji akan memastikan seluruh hak jemaah tetap terpenuhi, termasuk pelaksanaan badal haji bagi almarhum.
“Jemaah ini nantinya akan dibadalhajikan oleh petugas yang telah ditunjuk dan seluruh hak-haknya akan dipenuhi oleh pemerintah,” jelasnya.
Defizon menambahkan, jemaah haji yang wafat di Tanah Suci sebelum puncak pelaksanaan ibadah haji juga berhak memperoleh perlindungan asuransi sesuai aturan yang berlaku.
“Untuk jemaah yang meninggal dunia di Tanah Suci sebelum puncak haji, selain akan dibadalhajikan juga akan diberikan asuransi sebagaimana ketentuan yang berlaku. Kami dari Kementerian Haji akan membantu seluruh proses yang berkaitan dengan jemaah tersebut,” tambahnya dikutip dari MCRiau.
Almarhum Baharuddin diketahui merupakan warga Jalan Paus Gang Kayangan Nomor 11, Kota Pekanbaru. Setelah proses pemulasaraan selesai, almarhum direncanakan akan disalatkan di Masjidil Haram sebelum dimakamkan di Tanah Suci.