SIAK - Menghadapi potensi musim kering tahun 2026, kolaborasi lintas sektor kembali diperkuat melalui Apel Siaga Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutan, Lahan, dan Perkebunan (Dalkarhutlabun) yang digelar di Lapangan Sei Rokan Training Center, PT Ivomas Tunggal (PT IMT), Kabupaten Siak, Riau.
Sebanyak 350 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga teknis, pemerintah desa, masyarakat, serta perusahaan turut ambil bagian dalam kegiatan ini. Selain PT Ivomas Tunggal, kegiatan juga melibatkan PT Buana Wira Lestarimas (PT BWLM) dan PT Ramajaya Pramukti (PT RJP), yang seluruhnya merupakan anak usaha Sinar Mas Agribusiness and Food.
Dalam apel siaga tersebut, seluruh pihak menandatangani komitmen bersama sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus memperkuat koordinasi menghadapi potensi risiko di musim kemarau.
Perwakilan pemerintah, aparat penegak hukum, perusahaan, dan masyarakat menandatangani komitmen bersama kesiapsiagaan pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan dalam Apel Siaga Dalkarhutlabun di Sei Rokan, Siak, Riau.
Berbagai pemangku kepentingan turut hadir, antara lain Polres Siak, BPBD Kabupaten Siak, Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Siak, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Siak, Forkopimcam, pemerintah desa, Masyarakat Peduli Api binaan perusahaan, serta pemangku kepentingan lainnya dari Kecamatan Kandis, Tapung, dan Tapung Hilir.
Kegiatan tidak hanya berupa apel siaga, tetapi juga mencakup pemeriksaan sarana dan prasarana, simulasi penanganan kebakaran dan evakuasi korban, serta demonstrasi pemadaman menggunakan pompa induk dan peralatan manual.
Simulasi pemadaman kebakaran sebagai bagian dari peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Sebagai bagian dari upaya pencegahan, perusahaan memperkuat kesiapsiagaan melalui dukungan sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi. PT Ivomas Tunggal bersama PT Buana Wira Lestarimas (PT BWLM) dan PT Ramajaya Pramukti (PT RJP) saat ini telah memiliki 60 personel Tim Inti Pemadam Kebakaran yang telah mendapatkan pelatihan dari Manggala Agni dan terbagi dalam 12 regu di masing-masing kebun.
Selain itu, upaya pencegahan juga didukung oleh sistem pemantauan dan deteksi dini. Sistem ini meliputi Fire Danger Rating System yang terintegrasi dengan GAR Sustainability Information System (GSIS) untuk memantau potensi kebakaran berdasarkan kelembapan, curah hujan, dan suhu, aplikasi Geosmart Fire berbasis citra satelit untuk mendeteksi hotspot, serta dukungan CCTV berbasis AI dan drone untuk mempercepat identifikasi titik api.
Regional Controller PT Ivomas Tunggal, Tumpal M. Bakara, mengatakan bahwa kesiapsiagaan perlu dilakukan sejak dini, terutama menghadapi prediksi musim kemarau yang cukup panjang tahun ini “Tahun 2026 diperkirakan akan mengalami musim kering yang cukup panjang. Karena itu, kesiapsiagaan dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari desa hingga kabupaten, menjadi kunci dalam upaya pencegahan dan pengendalian karhutla,” ujarnya.
Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, S.H., S.I.K., M.H. menegaskan bahwa pencegahan kebakaran hutan dan lahan harus menjadi prioritas utama dengan mengedepankan patroli terpadu, edukasi masyarakat, serta respons cepat sebelum api meluas. “Hukum berlaku sama untuk semua. Tidak ada pandang bulu bagi pelaku pembakaran lahan, baik perorangan maupun korporasi,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Kandis, Said Irwan, menambahkan bahwa penanganan karhutla di wilayahnya selama ini dilakukan melalui kolaborasi multipihak, termasuk melalui pembinaan Masyarakat Peduli Api. “Kami berharap seluruh perusahaan dapat terus saling mendukung, terutama di wilayah yang berbatasan langsung, sehingga upaya pencegahan karhutla dapat berjalan lebih efektif,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, seluruh pihak menegaskan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan upaya yang konsisten dan kolaboratif, tidak hanya saat musim kemarau, tetapi sepanjang tahun. Koordinasi lintas sektor, kesiapsiagaan di lapangan, serta keterlibatan aktif masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan risiko kebakaran dan mewujudkan Kabupaten Siak bebas asap.(*)
Tentang Sinar Mas Agribusiness and Food
Sinar Mas Agribusiness and Food, yang beroperasi di bawah Golden Agri-Resources (GAR), merupakan salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terkemuka dengan luas areal tanam di Indonesia lebih dari setengah juta hektar, termasuk kebun milik petani plasma, serta bermitra dengan lebih dari 800.000 petani swadaya. Sebagai bagian dari agribisnis global GAR dengan pendekatan seed-to-shelf, perusahaan ini mengelola operasi terpadu dalam produksi bahan pangan berbasis minyak nabati, serta terus bertumbuh dengan tujuan memberikan nilai jangka panjang melalui praktik produksi minyak kelapa sawit yang berkelanjutan.
Di Indonesia, kegiatan utama perusahaan meliputi budidaya dan pemanenan kelapa sawit, pengolahan tandan buah segar menjadi minyak kelapa sawit mentah (CPO) dan inti sawit, serta penyulingan CPO menjadi produk bernilai tambah seperti minyak goreng, margarin, shortening, dan biodiesel yang dipasarkan ke berbagai negara. Perusahaan juga beroperasi di Tiongkok dan India dengan fasilitas pengolahan minyak nabati dan produk pangan. Pada 2025, perusahaan memproduksi sekitar 2,8 juta metrik ton produk berbasis kelapa sawit dengan lebih dari 30 merek konsumen.
Keberlanjutan merupakan hal penting bagi perusahaan. Sejalan dengan kebijakan Responsible Agri-Commodity Sourcing dan kerangka Collective for Impact dari GAR, perusahaan berkomitmen memastikan praktik yang bertanggung jawab, meningkatkan transparansi rantai pasok, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Saat ini, 99,5% rantai pasok kelapa sawit di Indonesia dapat ditelusuri hingga ke tingkat perkebunan, sementara komoditas non-kelapa sawit mencapai 100% hingga tingkat pabrik.
Perusahaan induknya, GAR didirikan pada tahun 1996 dan tercatat di Bursa Efek Singapura pada 1999, dengan kapitalisasi pasar sebesar US$2,8 miliar per 31 Desember 2025. Flambo International Limited merupakan pemegang saham terbesar dengan kepemilikan 50,56%. GAR memiliki beberapa anak perusahaan, termasuk PT SMART Tbk yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada tahun 1992. Secara global, GAR beroperasi di 14 negara dan menjangkau lebih dari 110 pasar, didukung oleh kekuatan logistik dan perdagangan komoditas lainnya seperti gula, kedelai, bunga matahari, dan kelapa.