PEKANBARU - Momen libur panjang (long weekend) pertengahan Mei 2026 dimanfaatkan betul oleh warga Provinsi Riau untuk berlibur ke Sumatera Barat (Sumbar).
Jalur bebas hambatan Tol Pekanbaru-Bangkinang-XIII Koto Kampar pun mendadak jadi primadona, memicu lonjakan arus lalu lintas yang cukup signifikan sejak pertengahan pekan.
Berdasarkan data dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kampar, pergerakan kendaraan ke luar Riau menuju ranah Minang melesat hingga 35,65 persen dibandingkan hari biasa.
Lonjakan ini terpantau mulai terjadi sejak Rabu, 13 Mei 2026, menyusul datangnya masa libur nasional yang berlangsung dari tanggal 14 hingga 17 Mei 2026.
Kasat Lantas Polres Kampar, AKP Wulan Afdhalia Ramdhani mengungkapkan, integrasi Tol Pekanbaru hingga XIII Koto Kampar memegang peranan krusial dalam mengakomodasi tingginya antusiasme pelancong kali ini.
"Memang ada peningkatan arus kendaraan menuju Provinsi Sumbar. Khususnya yang melintas via tol Pekanbaru-Bangkinang-XIII Koto Kampar. Sudah terlihat sejak hari Rabu," ujar AKP Wulan, Sabtu (16/5/2026).
Lebih rinci, pihak kepolisian mencatat ada ribuan kendaraan yang memilih jalur darat via Kabupaten Kampar ini sebagai akses utama menuju provinsi tetangga.
Keberadaan jalan tol terbukti efektif memotong waktu tempuh sekaligus mengurai potensi penumpukan di jalan arteri nasional.
"Berdasarkan data, tercatat ada 6.562 unit kendaraan yang keluar Riau menuju Sumbar via Kampar per hari ini," sebut AKP Wulan.
Meski terjadi lonjakan volume kendaraan yang masif, AKP Wulan memastikan bahwa situasi di lapangan masih terkendali dengan baik. Skema pengaturan lalu lintas yang matang membuat mobilitas masyarakat tetap nyaman.
"Arus kendaraan ramai lancar, tidak ada penumpukan yang menyebabkan kemacetan," tambahnya.
Mengingat perjalanan lintas provinsi memakan waktu yang cukup panjang, Polres Kampar mengimbau para pengguna jalan untuk tidak mengabaikan faktor keselamatan berkendara.
Kesiapan fisik pengemudi dan kelaikan armada harus menjadi prioritas utama sebelum melakukan perjalanan jauh.
"Pengendara juga harus sehat dan fit. Jika lelah atau mengantuk, silakan beristirahat terlebih dahulu di tempat yang disediakan. Pastikan juga melengkapi surat-surat kendaraan," imbau Kasat Lantas.
Selain kesiapan teknis, para pelancong juga diminta ekstra waspada terhadap dinamika cuaca di wilayah perbatasan Riau-Sumbar.
Curah hujan yang tidak menentu di bulan Mei ini dapat memicu kerawanan tersendiri di jalur darat, seperti aspal yang licin hingga potensi bencana hidrometeorologi.
"Tetap utamakan keselamatan diri saat berkendara. Patuhi petunjuk atau instruksi petugas di lapangan," pungkasnya.