PEKANBARU - Potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera tampaknya mulai menunjukkan tren peningkatan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru melaporkan adanya lonjakan jumlah titik panas (hotspot) yang tersebar di beberapa provinsi di Pulau Sumatera pada Jumat (15/5/2026) sore.
Berdasarkan pantauan sensor pemantauan satelit terbaru, total ada 37 titik panas yang terdeteksi di seluruh daratan Sumatera.
Dari jumlah tersebut, wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi penyumbang terbesar dan berada dalam kondisi yang perlu diwaspadai.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Alfa Nataris memaparkan, konsentrasi hotspot saat ini berpusat di bagian selatan pulau, sementara wilayah utara dan tengah cenderung masih terkendali.
"Total titik panas di wilayah Sumatera sore ini tercatat sebanyak 37 titik. Konsentrasi terbesar berada di Sumatera Selatan dengan 27 titik panas," ungkap Alfa Nataris.
Sebaran hotspot di Sumatera meliputi, Sumatera Selatan 27 titik, Jambi 4 titik, Lampung 3 titik, Aceh 1 titik, Bangka Belitung 1 titik dan Riau 1 titik yang terdeteksi di Kabupaten Inhu.
Meskipun Provinsi Riau hanya menyumbang satu titik panas yang berlokasi di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), BMKG tetap mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tidak lengah.
Fluktuasi cuaca yang memasuki musim kemarau dapat memicu perluasan titik panas dalam waktu singkat jika tidak diantisipasi sejak dini.