PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat total 24 hotspot pada Minggu (10/5/2026), menandakan perlunya kewaspadaan dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Ranti Kurniati, menyebutkan bahwa sebaran hotspot tersebar di enam provinsi di Sumatera.
“Total hotspot di wilayah Sumatera hari ini terpantau sebanyak 24 titik yang tersebar di beberapa provinsi, termasuk Riau dengan tiga titik panas,” ujar Ranti.
Berdasarkan pemantauan satelit, berikut distribusi titik panas di Sumatera, yakni Aceh 6 titik, Sumatera Selatan 5 titik, Jambi 4 titik, Lampung 4 titik, Riau 3 titik dan Sumatera Utara 2 titik.
Jumlah tersebut menunjukkan Aceh menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak pada periode pemantauan hari ini.
Di Provinsi Riau, hotspot terdeteksi di dua wilayah kabupaten yang selama ini dikenal memiliki kawasan gambut cukup luas, meliputi Kabupaten Kuantan Singingi 2 titik dan Kabupaten Indragiri Hulu 1 titik.
Menurut BMKG, kemunculan titik panas harus direspons cepat karena berpotensi berkembang menjadi kebakaran apabila didukung kondisi cuaca kering dan angin.
“Pemantauan intensif perlu dilakukan karena hotspot bisa menjadi indikasi awal kebakaran hutan dan lahan,” tukas Ranti.