PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi ratusan titik panas di wilayah Sumatera pada Sabtu (14/3/2026). Dari total 214 titik panas yang terpantau, Provinsi Riau menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Bella R. Adelia, menyampaikan bahwa dari seluruh provinsi di Sumatera, Riau tercatat menyumbang 136 titik panas. Jumlah ini jauh lebih tinggi dibandingkan daerah lainnya.
Selain Riau, beberapa provinsi lain juga terdeteksi memiliki titik panas, di antaranya Kepulauan Riau sebanyak 30 titik, Sumatera Selatan 13 titik, Sumatera Barat 12 titik, Jambi 10 titik, Bangka Belitung 5 titik, Bengkulu 4 titik, Aceh 3 titik, dan Sumatera Utara 1 titik.
Di wilayah Riau sendiri, sebaran titik panas terpantau di sejumlah kabupaten dan kota. Kabupaten Pelalawan menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 49 titik. Disusul Kabupaten Bengkalis dengan 33 titik dan Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 27 titik.
Selain itu, Kota Dumai tercatat memiliki 13 titik panas, Kabupaten Kepulauan Meranti 7 titik, Kabupaten Siak 3 titik, serta Kabupaten Kampar dan Kabupaten Indragiri Hulu masing-masing 2 titik.
Data titik panas ini menjadi salah satu indikator awal potensi kebakaran hutan dan lahan. Oleh karena itu, BMKG mengingatkan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran, terutama di daerah yang memiliki konsentrasi hotspot cukup tinggi.
Pemantauan hotspot akan terus dilakukan untuk mendukung upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera, khususnya di Provinsi Riau yang saat ini menjadi daerah dengan jumlah titik panas terbanyak.