PEKANBARU - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau terus mengalami peningkatan. Sejak awal Januari hingga 13 Februari 2025, total luas lahan yang terbakar mencapai 52,56 hektare.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Karhutla telah terjadi di tujuh kabupaten/kota.
Kalaksa BPBD Riau, M Edy Afrizal mengungkapkan, Kabupaten Bengkalis menjadi daerah dengan luas lahan terbakar paling besar.
"Paling luas ada di wilayah Kabupaten Bengkalis dengan luas lahan yang terbakar mencapai 18,2 hektare," kata Edy dilansir tribunpekanbaru.com, Jumat (14/2/2025).
Selain Bengkalis, beberapa daerah lain juga mengalami kebakaran lahan, di antaranya Dumai dengan 15,03 hektare, Indragiri Hilir 6,5 hektare, Pelalawan 6 hektare, Siak 4,65 hektare, Kepulauan Meranti 2 hektare, dan Pekanbaru 0,18 hektare.
Dengan kondisi cuaca yang mulai beralih dari musim hujan ke musim kemarau, BPBD Riau mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Tindakan tersebut berpotensi besar menyebabkan Karhutla yang sulit dikendalikan.
"Masyarakat kami imbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena hal tersebut dapat menyebabkan Karhutla," ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membuang puntung rokok yang masih menyala, terutama saat berada di kebun, tanah kosong, atau hutan.
"Yang hobi mancing ikan juga, kan biasa ada yang buat api untuk bakar-bakar ikan atau api unggun, itu juga harus hati-hati," tuturnya.
"Pastikan apinya benar-benar padam sebelum ditinggal pulang. Jangan ditinggal begitu saja, karena itu bisa berpotensi menyebabkan kebakaran lahan," sambungnya.
Pihak BPBD Riau terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan Karhutla agar dampaknya tidak semakin meluas.(*)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: [email protected]
(mohon dilampirkan data diri Anda) |
Komentar Anda :