Duh, Banjir di Riau Meluas hingga 5 Kabupaten
Sabtu, 14 Desember 2019 - 10:34:08 WIB
 |
| Banjir Riau. |
PEKANBARU - Banjir di Riau ternyata tidak hanya menggenangi Kabupaten Kampar. Ada empat kabupaten lain yang terendam akibat tingginya curah hujan selama beberapa pekan terakhir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edward Sanger menyatakan, banjir terjadi di wilayah Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, Kuantan Singingi, Rokan Hilir dan Kabupaten Pelalawan.
Sudah ribuan rumah warga, sekolah, rumah ibadah, kantor pemerintah, hingga perkebunan terendam banjir di lima kabupaten tersebut.
"Banjir diakibatkan luapan beberapa aliran sungai. Salah satunya di Kabupaten Kampar, yakni aliran Sungai Kampar meluap setelah dibukanya lima pintu waduk PLTA Koto Panjang," sebut Edward kepada Kompas saat mengunjungi korban banjir bersama Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution di Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (13/12/2019).
Edward mengatakan, warga terdampak banjir saat ini sudah ada yang mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Warga mengungsi ke posko pengungsian dan rumah keluarganya yang tidak terendam banjir.
"Tapi ada juga warga yang sudah kembali ke rumahnya, karena banjir mulai surut. Seperti banjir di Kecamatan Gunung Sahilan (Kabupaten Kampar) sudah jauh surut, tapi dapur umum masih kita standby-kan buat warga," sebut Edward.
Edward menyatakan, penanganan bencana tahunan di lima kabupaten itu, telah dilakukan oleh BPBD masing-masing kabupaten.
Personel dan peralatan dari BPBD Riau juga dikerahkan untuk menambah kekuatan penanganan.
"Penanganan yang kita lakukan, seperti mendirikan tenda pengungsian, salurkan bantuan, dapur umum dan perahu untuk evakuasi warga. Dan hari ini Pak Wagub (Edy Natar Nasution) juga datang langsung memberikan bantuan sekaligus menemui warga yang terdampak banjir," kata Edward.
Saat ini, kata Edward, luapan air Sungai Kampar Kanan masih bertambah tinggi. Karena itu, warga yang ada di bantaran sungai diimbau untuk selalu waspada agar tidak terjadi korban jiwa.
"Imbauan kami, agar para orangtua menjaga anak-anaknya supaya tidak bermain di genangan banjir. Sebab, di Kabupaten Kuantan Singingi dan Rokan Hulu sudah ada dua anak yang meninggal dunia karena terjatuh ke arus banjir," tambah Edward. (*)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda) |
| BERITA LAINNYA |
|
|
Sumsel Dominasi Hotspot Sumatera, Riau Terpantau Punya 10 Titik Panas Sore ini
 Telkomsel Perkuat Kompetensi Digital Guru, Program Terpujilah GURU Hadir di Batam
 Karhutla Riau Meledak, Luas Lahan Terbakar Tembus 15 Ribu Hektare
 Kena Imbas Pembangunan Waduk Tenayan Raya, Warga Datangi Komisi I Minta Bantuan
 Upacara Hari Kesadaran Nasional, Pemkab Inhu Fokus pada Pertanian dan Pencegahan Stunting
 |
|
BRK Syariah Perkuat Digitalisasi Layanan Kesehatan, Integrasikan SIPD E-BLUD dan CMS untuk Seluruh Puskesmas di Inhil
 Gerimis Tak Surutkan Aksi, Mahasiswa dan Polisi Bertahan di DPRD Riau
 Diduga Eksploitasi 3 Anak Jadi Pengamen dan Manusia Silver, Polisi Amankan IRT di Pelalawan
 Petani Sawit Tersenyum, Harga TBS Swadaya Riau Menguat Jadi Rp3.696 per Kg
 Massa Mahasiswa dan Masyarakat Demo di Jakarta Hari Ini, 4.576 Polisi Dikerahkan
 |
Komentar Anda :