Luar Biasa, Setiap 169 Detik, Lahir 1 Toyota Sienta
Selasa, 26 Juli 2016 - 13:11:29 WIB
KARAWANG - Saat ini suasana di Plant II di Karawang, Jawa Barat, milik Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) semakin sibuk. Jika selama ini pabrik itu hanya melahirkan Etios Valco, Vios, Limo, dan Yaris, mulai Juni lalu telah bertambah model baru Sienta.
Produksi Sienta dipatok 4.000 unit per bulan atau jika dihitung sampai akhir tahun totalnya mencapai 24.000 unit. Selama Januari-Juni, produksi keempat model itu mendekati 40.000 unit atau sekitar 6.000 unit per bulan.
Keempat pendahulu Sienta merupakan model dengan dua baris penumpang, TMMIN sudah memodifikasi jalur produksi agar Sienta juga bisa memakai jalur produksi yang sama. Seluruh penyesuaian peralatan dan sumber daya manusia merupakan bagian dari investasi Rp 2,5 triliun yang sudah digelontorkan TMMIN.
Direktur Karawang Plant TMMIN Nandi Julianto memaparkan kepada wartawan di Karawang, Senin (25/7/2016), pada awal-awal produksi takt time (satu proses pembuatan satu unit mobil) Sienta selama 2,8 menit atau 169 detik. Jika dihitung dari hanya berupa lembaran baja sampai akhirnya jadi produk Sienta butuh waktu 27 jam.
"Take time tergantung permintaan biasanya setiap bulan kami ada rapat dengan pihak marketing sehingga kami akan tahu permintaan dalam tiga bulan ke depan seperti apa. Biasanya disesuaikan dengan overtime dulu, kalau tidak cukup baru kami mengubah takt time," kata Nandi.
Dia juga mengungkap rasio produksi Sienta dalam kondisi normal dibanding empat model lain 4:1. Itu artinya setiap empat unit Sienta keluar jalur produksi, baru satu Etios Valco, Vios, Limo, atau Yaris yang dibuat.
Meski begitu saat ini perbandingannya meningkat jadi 6:1 karena TMMIN ingin mengejar pemesanan unit Sienta yang sudah masuk sejak diperkenalkan pada April lalu di Indonesia International Motor Show.
Komponen lokal
Yui Hastoro, Direktur Teknik TMMIN, Sienta dengan kandungan lokal 80 persen terdiri dari 3.500 komponen, sebesar 1.500 komponen diantaranya berasal dari pemasok di dalam negeri.
Sejak kedatangan Sienta, TMMIN meningkatkan jumlah pemasok lokal dari 107 perusahaan menjadi sekarang 139 perusahaan.
Dari seluruh pabrik mobil TMMIN (Plant I dan II) satu unit kendaraan keluar jalur produksi setiap dua menit. Buat tetap bertahan seperti itu TMMIN membutuhkan sekiranya 2,4 juta komponen.
"Dengan jumlah komponen yang sebesar itu suatu tantangan bagaimana bagi kami harus yakinkan tidak boleh ada delay," jelas Yui.
Sementara itu, Gandhi Ahimsaputra, Product Knowledge Head TAM mengatakan, Sienta punya bahasa desain yang modern, active dan fun. Produk ini juga diklaim, sebagai kendaraan yang sempurna untuk masyarakat perkotaan yang dinamis.
Sienta juga memiliki desain unik di kelasnya dengan konsep "reverse floating roof", membuat pilar bagian depan yang berwarna hitam untuk memberikan kesan atap yang melayang. Selain memproduksi untuk kebutuhan dalam negeri, Sienta Indonesia, juga diekspor ke empat negara di ASEAN, seperti Malaysia, Thailand, Singapura dan Brunei.
Saat ini, Sienta tipe E M/T dibanderol Rp230 juta dan E CVT Rp248 juta. Sementara tipe G, harganya Rp242 juta untuk pilihan transmisi M/T dan Rp 260 juta CVT. Kemudian, tipe V Rp257 juta (M/T) dan Rp275 juta (CVT). Sedangkan varian termewah, Q ditawarkan Rp295 juta dengan transmisi CVT.
Untuk pembelian hingga bulan September 2016, Toyota menghadirkan program undian kupon. Konsumen pembeli Sienta yang beruntung bisa mendapatkan hadiah satu unit Sienta secara cuma-cuma. (*)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda) |
Komentar Anda :