PEKANBARU - Selama periode Januari - Februari lalu, total penjualan mobil di Riau berjumlah 4.632 unit. Sebanyak 1.954 unit di Februari dan 2.678 unit di Januari lalu. Penjualan Toyota masih belum tergoyahkan oleh merek lain.
Selama periode Januari - Februari lalu total penjualan Toyota melalui Main Dealernya Agung Toyota di Riau berjumlah 1.673 unit. Penjualan di Februari 591unit yang mengalami penurunan dari raihan Januari 1082 unit.
Sementara untuk kendaraan di segmen LMPV, Avanza, total dua bulan lalu 710 unit (market share 54,12 persen). Untuk Rush sebanyak 128 unit (Januari 93, Februari 35 unit). Sedangkan untuk mobil di segmen LCGC, Agya berjumlah 302 unit (Januari 202 unit, Februari 100 unit).
Dari data terhimpun halloriau.com, Toyota periode Januari hingga Februari lalu menguasai market share 36,12 persen dari total market di Riau sebanyak 4.632 unit. Untuk Januari Toyota melepas 1.082 unit dan Februari 591 unit (30,25 persen).
Posisi kedua ditempati Honda dengan melepas 963 unit mobil (20,79 persen) Januari hingga Februari. Dari semua merek otomotif di Riau, hanya Dealer Honda yang menunjukkan angka jualan meningkat dari Januari 466 unit menjadi 497 unit (25,44 persen).
Urutan ketiga berada di Mitsubishi dengan total jualan selama 2 bulan lalu 727 unit (15,7 persen). Penjualan Mitsubishi juga menurun dari 417 unit menjadi 310 unit (15,86 persen).
Selanjutnya di posisi keempat, Daihatsu dengan total jualan 614 unit (13,26 persen) dengan angka 324 di Januari dan 290 unit di Februari. Ini artinya penjualan di Februari juga turun 34 unit.
Di posisi lima, Suzuki dengan mengandalkan pick up dan Ertiga Dreza ternyata belum bisa mengangkat jualan di Februari lalu. Untuk 2 bulan, Suzuki hanya mencatat 261 unit, dimana Januari 145 unit dan terjun bebas menjadi 116 unit di Februari (5,94 persen).
Nissan dengan Grand Livina juga mengalami penurunan. Dari total penjualan Januari hingga Februari 80 unit, jualannya turun dari 50 unit jadi 30 unit (1,54 persen). Sedangkan untuk Datsun, dari jualan 77 unit di Januari, turun jadi 62 unit di Februari lalu.
Penulis: Budy Satria
Editor: Yusni Fatimah