Pasar Otomotif Turun 13 Persen, Honda Mobil Tetap "Kinclong"
Rabu, 20 Januari 2016 - 15:08:35 WIB
 |
| Honda BR-V yang bakal menjadi andalan baru Honda selain Mobilio |
JAKARTA - Penjualan ritel Honda mobil sepanjang 2015 berjumlah 166.258 unit atau tumbuh 8,6 persen dari raihan 2014 yang tercatat 151.904 unit. Honda menutup 2015 sebagai satu-satunya pabrikan yang mencatat hasil positif. Artinya, kendati pasar otomotif lesu tapi penjualan Honda tetap "konclong".
Hasil tersebut juga menjadi rekor penjualan tahunan tertinggi yang pernah dicapai PT Honda Prospect Motor (HPM). Tak hanya itu, Honda juga berhasil meningkatkan pangsa pasar dari 12,7 persen pada 2014 menjadi 16,1 persen di akhir 2015.
Ini juga yang membuat Honda menduduki posisi ketiga untuk penjualan mobil secara total di Indonesia.
Sementara jika dipilah lagi khusus segmen mobil penumpang, Honda malah menempel Toyota di urutan kedua.
Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual HPM, mengatakan bahwa secara umum, penjualan ritel otomotif di Indonesia pada 2015, turun 13 persen, namun Honda berhasil mencapai peningkatan penjualan karena didukung produk-produk segar dan diterima konsumen.
"Tak hanya itu, penjualan ritel Honda yang lebih tinggi dibandingkan dengan penjualan wholesales menunjukkan level stok Honda dalam kondisi sehat dan terkontrol dengan baik di seluruh wilayah Indonesia," ucap Jonfis dalam rilisnya, Selasa (19/1/2016).
Model Terlaris
Penyumbang penjualan terbesar pada 2015 datang dari Mobilio sebanyak 48.927 unit dengan market share 18 persen di segmen LMPV. Hingga akhir Desember lalu, Mobilio menempati posisi kedua di segmen LMPV.
Sementara HR-V berhasil mencatat angka penjualan yang baik sepanjang tahun 2015 dengan total 36.425 unit di seluruh Indonesia. Jika dipilah, HR-V 1.5L menyumbang 28.897 unit dan berhasil memimpin pasar segmen LSUV dengan market share sebesar 39 persen di kelasnya. Sedangkan HR-V 1.8L terjual
total 7.528 unit dan memperoleh pangsa pasar 14 persen di segmen SUV.
Berturut-turut selanjutnya, produk lain yang meraih penjualan tinggi adalah Brio Satya dengan 31.672 unit, Honda Brio dengan 11.754 unit, lalu Jazz yang terjual 19.005 unit. Menyusul, Honda CR-V CR-V terjual 10.463 unit, dan Freed 4.319 unit.
Jonfis Fandy yakin, penjualan otomotif di Indonesia tahun 2016 semua merek naik tipis menjadi 1,1 juta.
Sebelumnya di tahun 2015, penjualan mobil semua merek di Indonesia mencapai 1.013.291 unit menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia.
Dengan prediksi itu, Jonfis berharap penjualan mobil Honda naik. Dari angka 166.000 unit di tahun 2015, penjualan mobil Honda naik 180.000 di tahun 2016.
"Tahun ini kita berharap berjalan dengan baik. Kami memprediksi pasar menjadi 1,1 juta, tumbuh 6,6 persen. Pertumbuhan Honda ditargetkan naik 8,2 persen dari 166.000 menjadi 180.000 unit," sebut Jonfis.
Untuk mendukung hal itu, Honda menyiapkan beberapa strateginya. Salah satunya adalah dengan menghadirkan model baru yang memperkuat peran Honda di pasar Indonesia.
"Kenaikan penjualan tidak hanya itu saja, ada penyegaran dan model baru. Tapi maaf saya belum bisa menyampaikan produk baru apa saja," kata Jonfis dilansir kompas. (*)
Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda) |
Komentar Anda :