Otomotif
BREAKING NEWS :
Transfer ke Daerah di Riau Anjlok 17,22 Persen, DBH Turun hingga 57,62 Persen
 


Kemenperin Siapkan Insentif Otomotif 2026, Mobil Murah Jadi Fokus
Jumat, 02 Januari 2026 - 18:07:50 WIB
Pemerintah akan berikan insentif untuk otomotif di tahun 2026.(ilustrasi/int)
Pemerintah akan berikan insentif untuk otomotif di tahun 2026.(ilustrasi/int)

JAKARTA - Pemerintah mulai mematangkan skema insentif industri otomotif untuk tahun 2026 dengan pendekatan yang lebih selektif dan terukur.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengusulkan agar pemberian insentif tidak lagi bersifat umum, melainkan disertai pengaturan batas harga kendaraan di setiap segmen demi melindungi konsumen dan mendorong daya saing industri dalam negeri.

Usulan tersebut telah disampaikan langsung Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita kepada Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa.

Dalam konsep awal, insentif otomotif 2026 akan mempertimbangkan teknologi kendaraan, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), serta standar emisi.

“Dan kita dalam usulan ini menetapkan harga, harga yang kita terapkan dari masing-masing segmen agar mereka bisa mendapatkan manfaat, dan tentu yang harus kita garisbawahi adalah kami sangat memperhatikan konsumen,” ujar Agus.

Pengaturan batas harga dinilai penting agar insentif benar-benar berdampak pada keterjangkauan kendaraan, bukan sekadar meningkatkan margin produsen.

Setiap segmen mobil akan memiliki plafon harga tertentu agar dapat menikmati fasilitas fiskal dari pemerintah.

Selain itu, pemerintah juga memberi perhatian khusus kepada pembeli mobil pertama yang selama ini menjadi tulang punggung pertumbuhan pasar otomotif nasional.

Meski belum dirinci secara teknis, kelompok ini dipastikan masuk dalam prioritas penerima insentif.

“Dari sisi konsumen, pembeli mobil pertama menjadi salah satu fokus utama kami,” ujarnya.

Segmen Low Cost Green Car (LCGC) masih menjadi pilihan utama pembeli mobil pertama. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 73 Tahun 2019, kendaraan LCGC dikenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar 15 persen dengan dasar pengenaan pajak hanya 20 persen dari harga jual.

Dengan skema tersebut, mobil seperti Toyota Calya, Toyota Agya, Daihatsu Sigra, Daihatsu Ayla, dan Honda Brio Satya efektif hanya dikenai PPnBM sekitar 3 persen, sehingga tetap kompetitif di pasar kendaraan entry level.

Sejalan dengan agenda transisi energi, pemerintah juga mendorong pembeli mobil pertama untuk beralih ke kendaraan listrik.

Insentif besar yang telah diberikan membuat harga mobil listrik semakin mendekati, bahkan menyaingi, harga LCGC.

Saat ini, mobil listrik produksi dalam negeri mendapat insentif PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 10 persen.

Sementara itu, mobil listrik impor utuh (CBU) dibebaskan dari bea masuk dan PPnBM, sehingga harga jualnya semakin kompetitif.

“Kalau kita bicara soal electric car, first buyers itu menjadi prioritas kami. Angka-angkanya nanti bisa spill pelan-pelan,” pungkasnya

Beberapa model mobil listrik murah bahkan sudah dipasarkan di bawah Rp200 juta, menjadikannya alternatif baru bagi konsumen pemula yang sebelumnya hanya memiliki opsi kendaraan konvensional.

Sumber: detik.com


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Dana transfer ke Riau turun Rp3,09 triliun (foto/int)Transfer ke Daerah di Riau Anjlok 17,22 Persen, DBH Turun hingga 57,62 Persen
Ilustrasi harga emas Antam di Pekanbaru naik (foto/int)Sempat Merosot, Harga Emas Antam di Pekanbaru Naik Selasa Ini
Ketua DPW Aliansi Merah Putih, Eko Wibowo (foto/ist)Seleksi CPNS 2027, Pemerintah Pusat Diharapkan Beri Afirmasi Usia Guru PPPK Penuh Waktu
Ist.BKawan BRK Syariah Dekatkan Layanan Keuangan ke Masyarakat Kepulauan Karimun
Tersangka SS saat diamankan di Mapolres Pelalawan.(foto: andi/halloriau.com)Diduga 4 Kali Cabuli Bocah, Seorang Karyawan di Pangkalan Kuras Dibui
  Ilustrasi BMKG memprediksi hujan di sebagian besar Riau (foto/int)BMKG: Hujan lebat Disertai Petir Berpotensi Guyur Pekanbaru dan Sekitarnya
Ilustrasi Sumsel dominasi hotspot Sumatera, Riau tercatat nihil (foto/int)Riau Nihil Karhutla, Sumatera Selatan Catat 75 Hotspot
Skuad PSPS Pekanbaru.(foto: mcr)PSPS Pekanbaru Gugat Denda Rp20 Juta dari PSSI, Ini Alasan Keberatannya
Marc Marquez.(foto: int)Marc Marquez Unggul 10 Poin, Tardozzi Ingatkan Ancaman Martin dan Bezzecchi
Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri.(foto: int)Jalan Rusak dan Banjir Prioritas APBD Pekanbaru 2027, Ini Program Lain yang Disiapkan
Komentar Anda :

 
 
 

Suzuki.
Emisi Gas Buang Suzuki
Perawatan AC Suzuki Tips Menghemat Bahan Bakar (BBM) Saat Mengemudi Tips Mengemudi Hemat BBM ala Suzuki tanpa Modifikasi
 
 
 
MobiL
Peletakan Batu Pertama Dealer KIA HSH Pekanbaru
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved