PEKANBARU - PSPS Pekanbaru harus mengubur peluang membawa pulang tiga poin setelah gagal memaksimalkan hadiah penalti pada menit-menit akhir pertandingan melawan Adhyaksa FC Bekasi.
Askar Bertuah akhirnya bermain imbang 1-1 dalam lanjutan pekan kedelapan Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu (31/10/2026).
Kegagalan tersebut membuat PSPS hanya membawa pulang satu poin, meski sempat bangkit dari ketertinggalan dan memiliki kesempatan membalikkan keadaan.
Adhyaksa FC lebih dahulu membuka keunggulan melalui eksekusi penalti Tatsuhide Shimizu pada menit 45+9.
PSPS baru mampu menyamakan skor setelah Antonio Gamaroni mencetak gol melalui sundulan pada menit ke-65.
Momentum untuk mencuri kemenangan sebenarnya terbuka bagi tim besutan Akhyar Ilyas ketika wasit memberikan hadiah penalti menjelang pertandingan berakhir.
Namun, Gamaroni yang dipercaya sebagai eksekutor gagal menaklukkan penjaga gawang Adhyaksa FC, Dimas Fani Firmansyah.
Pelatih PSPS, Akhyar Ilyas, mengaku tetap bersyukur dengan tambahan satu poin tersebut.
Ia menilai para pemain sudah memperlihatkan perjuangan maksimal meskipun belum mampu mengonversi peluang menjadi kemenangan.
"Syukur Alhamdulillah atas pertandingan hari ini. Kami bisa membawa pulang satu poin," kata Akhyar.
"Pertandingan cukup menarik, kedua tim saling menyerang. Kami sempat kebobolan lebih dahulu, tetapi bisa menyamakan kedudukan," sambungnya.
Akhyar tidak menampik kegagalan penalti menjadi salah satu faktor yang membuat PSPS kehilangan kesempatan meraih hasil maksimal.
Meski demikian, ia tetap mengapresiasi semangat dan determinasi pemain sepanjang pertandingan.
"Di akhir pertandingan kami mendapatkan penalti, tetapi gagal. Kendati demikian, kami tetap bersyukur. Saya mengapresiasi kinerja pemain yang luar biasa," sebutnya.
"Keinginan mereka untuk menang sangat besar, tetapi hari ini kami hanya mendapatkan satu poin. Alhamdulillah," tambahnya.
Senada dengan pelatih, pemain PSPS, Ilham Fathoni menilai, rekan-rekannya sudah menunjukkan mentalitas untuk bangkit setelah tertinggal pada babak pertama.
Menurutnya, PSPS mampu meningkatkan tekanan dan mendominasi permainan setelah turun minum.
Namun, dominasi tersebut belum sepenuhnya menghasilkan efektivitas dalam penyelesaian akhir.
"Apresiasi untuk perjuangan semua pemain yang sudah berjuang selama 90 menit. Memang di awal kami sempat kebobolan 1-0, tetapi teman-teman memiliki mental untuk menang," ungkap Ilham.
Ia juga menyayangkan kegagalan penalti yang seharusnya menjadi kesempatan terakhir PSPS untuk mengamankan kemenangan.
"Alhamdulillah, pada babak kedua kami bisa mendominasi permainan. Namun, kami hanya mendapatkan satu poin," sebut Ilham Fathoni.
"Untuk penalti yang dilakukan Antonio Gamaroni, mungkin kami memang masih membutuhkan keberuntungan untuk bisa menang," tutupnya.