LOMBOK - Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 kembali menghadirkan satu pertanyaan menarik, apakah MotoGP Mandalika akan melahirkan juara baru untuk kelima kalinya secara beruntun?
Balapan MotoGP Mandalika 2026 dijadwalkan berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), 9-11 Oktober 2026.
Para pembalap telah mulai berdatangan ke Lombok sejak Selasa (7/10/2026) untuk menghadapi rangkaian balapan akhir pekan ini.
Yang membuat persaingan tahun ini menarik bukan hanya perebutan podium, tetapi juga rekor unik yang tercipta sejak Mandalika masuk kalender MotoGP.
Dalam empat edisi sebelumnya, tidak ada satu pun pembalap yang mampu kembali menjadi pemenang race utama. Setiap musim justru menghadirkan nama berbeda sebagai juara.
Miguel Oliveira menjadi pemenang pada MotoGP Mandalika 2022. Setahun kemudian, giliran Francesco Bagnaia yang mengamankan kemenangan pada 2023.
Jorge Martin kemudian mengambil alih kemenangan pada 2024. Pada musim 2025, giliran Fermin Aldeguer yang mencatatkan namanya sebagai pemenang race utama di Mandalika.
Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa Sirkuit Mandalika belum memiliki pembalap yang benar-benar dominan dalam balapan utama.
Pola serupa juga terlihat sejak format Sprint Race diperkenalkan dalam MotoGP.
Sprint Race Mandalika pertama kali digelar pada 2023 dan langsung menghadirkan Jorge Martin sebagai pemenang.
Pada 2024, kemenangan menjadi milik Bagnaia, sebelum Marco Bezzecchi keluar sebagai pemenang Sprint Race pada 2025.
Artinya, tiga penyelenggaraan Sprint Race di Mandalika juga menghasilkan tiga pemenang berbeda.
Kondisi tersebut membuat MotoGP Mandalika 2026 memiliki daya tarik tersendiri.
Jika pemenangnya kembali berbeda, Mandalika akan mempertahankan tradisi panjang yang menunjukkan betapa sulitnya seorang pembalap menguasai seluruh persaingan di sirkuit tersebut.
Di tengah silih bergantinya nama pemenang, Ducati tetap menjadi konstruktor dengan catatan paling kuat di Mandalika.
Ducati telah mengoleksi tiga kemenangan dalam race utama dan dua kemenangan pada Sprint Race.
Dominasi tersebut menjadi modal penting bagi para pembalap Ducati yang akan kembali berupaya mempertahankan superioritas pabrikan asal Italia tersebut.
Namun, dominasi Ducati sebagai konstruktor tidak otomatis berarti seorang pembalap dari tim tersebut akan kembali menjadi pemenang.
Justru sejarah Mandalika menunjukkan bahwa persaingan individu jauh lebih terbuka.
Empat race utama menghasilkan empat juara berbeda, sedangkan tiga Sprint Race juga menghadirkan tiga pemenang berbeda.
MotoGP Mandalika 2026 akhirnya bukan sekadar pertarungan untuk menentukan siapa yang tercepat di lintasan.
Balapan akhir pekan ini juga menjadi ujian apakah tradisi juara berbeda akan kembali berlanjut atau justru terhenti.
Jika pemenang baru muncul, maka Mandalika akan memperpanjang catatan uniknya menjadi lima edisi race utama dengan lima juara berbeda.
Sebaliknya, jika salah satu mantan pemenang kembali naik ke podium tertinggi, untuk pertama kalinya dominasi individu akan mematahkan pola yang selama ini menjadi salah satu cerita menarik MotoGP di Indonesia.