JAKARTA - Peluang Veda Ega Pratama untuk mengamankan posisi start kompetitif di Moto3 Austria 2026 terhenti di Q1.
Pebalap Honda Team Asia tersebut harus menerima kenyataan memulai balapan dari posisi ke-19 setelah gagal mempertahankan tempat di empat besar sesi kualifikasi.
Kualifikasi Moto3 Austria 2026 berlangsung di Sirkuit Red Bull Ring, Sabtu (19/9/2026) malam WIB.
Veda Ega mengawali sesi dari Q1 dan sempat masuk persaingan empat besar yang membuka peluang menuju Q2.
Namun, persaingan ketat pada fase akhir Q1 membuat posisi Veda Ega merosot. Ia akhirnya digeser Eddie O'Shea dan menutup Q1 di urutan kelima.
Kegagalan tersebut menjadi titik penting karena Veda Ega tidak mendapat kesempatan melanjutkan perburuan posisi start melalui Q2.
Alhasil, catatan waktunya di Q1 menempatkannya di posisi ke-19 dalam daftar start Moto3 Austria.
Veda Ega mencatat waktu terbaik 1 menit 41,359 detik. Jarak tersebut membuat pebalap Indonesia itu harus menghadapi pekerjaan lebih berat pada balapan utama karena memulai lomba dari bagian tengah belakang grid.
Di sisi lain, perebutan pole position berlangsung hingga detik-detik terakhir Q2.
David Almansa sempat menguasai posisi teratas sebelum Brian Uriarte mengambil alih posisi tersebut pada akhir sesi.
Uriarte mencatat waktu 1 menit 39,544 detik. Catatan itu sekaligus menjadi rekor putaran Moto3 di Red Bull Ring. Ia unggul tipis 0,064 detik atas Almansa.
Hasil kualifikasi ini memperlihatkan kontras tajam antara persaingan di barisan depan dan perjuangan Veda Ega di Q1.
Selisih performa satu sesi kualifikasi dapat berdampak besar terhadap strategi balapan, terutama bagi pebalap yang harus mengawali lomba dari posisi ke-19.
Bagi Veda Ega, tantangan berikutnya bukan lagi mengejar posisi start, melainkan memaksimalkan peluang saat balapan berlangsung.
Kemampuan melakukan start yang baik, menjaga ritme, serta melewati kepadatan pebalap di lap-lap awal akan menjadi faktor penting untuk memperbaiki posisi finis dari grid ke-19.
Dengan demikian, perhatian Veda Ega kini beralih sepenuhnya kepada balapan utama Moto3 Austria 2026.
Posisi start yang kurang ideal membuat setiap peluang untuk menyalip menjadi penting jika ia ingin mengakhiri akhir pekan balap dengan hasil lebih baik.