JAKARTA - Tantangan berat kembali menguji daya juang pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama.
Mengaspal di bawah bendera Honda Team Asia, pebalap asal Gunungkidul ini harus pulang dengan tangan hampa setelah gagal mengamankan poin pada balapan Moto3 di Sirkuit Aragon akhir pekan lalu.
Memulai balapan dari posisi yang kurang ideal di urutan ke-22, langkah sang 'Rocket Boy' sudah terasa berat sejak sesi latihan bebas hari Jumat.
Ambisinya untuk langsung menyodok ke barisan depan selepas start justru terhambat oleh insiden senggolan dengan pebalap lain.
Akibatnya, Veda kesulitan memperbaiki posisi dan harus puas menyentuh garis finis di urutan ke-20.
Hasil nirpoin ini membuat koleksi angka Veda di papan klasemen tertahan pada 97 poin. Posisinya kini mulai diintai oleh Hakim Danish, yang menempati peringkat kedelapan dan hanya terpaut jarak tujuh poin di bawahnya.
Seri Aragon ini sekaligus menjadi balapan keempat di mana Veda gagal mendulang angka, menyusul hasil serupa pada seri Amerika Serikat, Hungaria, dan Belanda.
Meski menelan kekecewaan, Veda secara terbuka mengevaluasi performanya dan menyoroti kondisi lintasan yang menyulitkan.
"Bukan hasil balapan yang saya inginkan di minggu ini. Memang sepanjang minggu ini saya merasa kesulitan dari sesi di hari Jumat, Sabtu, dan race," ungkap Veda Ega, Selasa (1/9/2026).
Ia menjelaskan lebih rinci terkait insiden yang membuyarkan strateginya di lap-lap awal.
"Jalannya balapan, saya mencoba untuk start bagus dan mencoba untuk secepatnya ke depan. Tapi saat saya mencoba ke depan, dengan rider lain sempat ada senggolan sedikit sampai akhirnya melakukan kesalahan," tambahnya.
Alih-alih larut dalam kekecewaan, pebalap andalan Tanah Air ini menjadikan minimnya daya cengkeram (grip) aspal Aragon sebagai pelajaran krusial untuk balapan selanjutnya.
"Dalam balapan saya mencoba untuk push, push, push untuk mengejar grup di depan. Ya sulit, kesulitan dengan sirkuit Aragon dengan grip yang menurut saya cukup licin. Minggu yang harus saya lupakan, dan ya saya ambil pelajarannya," tuturnya.
"Saya dan tim akan mencari tahu di mana titik poin yang saya bisa improve lagi. Pada seri di Misano saya akan mencoba lebih baik lagi," tegasnya.
Kini, seluruh fokus Veda Ega Pratama dan tim mekanik tertuju pada analisis data balapan Aragon guna menyiapkan setelan motor terbaik demi misi kebangkitan di Sirkuit Misano mendatang.