www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Kabut Asap Melanda Pekanbaru, Warga Diimbau Batasi Aktivitas di Luar Ruangan
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Belajar dari 2019, GP Singapura Siapkan Masker dan Bantuan Medis Hadapi Kabut Asap
Jumat, 21 Agustus 2026 - 06:30:00 WIB
F1 Singapura Grand Prix./Formula 1
F1 Singapura Grand Prix./Formula 1

JAKARTA - Penyelenggara Formula 1 (F1) Grand Prix (GP) Singapura mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kabut asap lintas batas yang dapat mengganggu pelaksanaan balapan tahun ini.

Risiko kabut asap kembali menjadi perhatian menjelang GP Singapura 2026. Mengutip Channel NewsAsia (CNA), otoritas Singapura menilai risiko memburuknya kualitas udara meningkat apabila kebakaran hutan di Indonesia, khususnya di Sumatra dan Kalimantan, semakin intensif.

Saat ini, indeks standar polutan atau Pollutant Standards Index (PSI) di Singapura masih berada pada kategori moderat, yakni 51–100. Namun, Badan Meteorologi Singapura memperingatkan kondisi berkabut dapat terjadi apabila kebakaran semakin meluas, sementara kondisi kering diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Mengantisipasi kemungkinan tersebut, penyelenggara GP Singapura telah memasukkan potensi kabut asap ke dalam rencana kontingensi penyelenggaraan acara.

Penyelenggara juga berkoordinasi dengan sejumlah lembaga pemerintah untuk menentukan langkah yang diperlukan apabila kualitas udara mulai memengaruhi jarak pandang, kesehatan masyarakat, maupun operasional balapan.

“Rencana tersebut dirumuskan dan disempurnakan bersama para pemangku kepentingan dan lembaga pemerintah,” kata juru bicara Singapore GP, dikutip dari CNA.

Apabila kabut asap berdampak terhadap pelaksanaan acara, Singapore GP akan berkoordinasi dengan lembaga terkait sebelum mengambil keputusan mengenai kelanjutan balapan.

Belajar dari GP Singapura 2019

Ancaman kabut asap bukan kali pertama membayangi penyelenggaraan GP Singapura. Pada September 2019, kualitas udara di negara tersebut memburuk selama akhir pekan balapan akibat kabut asap dari kebakaran hutan di kawasan regional.

Meski kondisi kualitas udara memburuk, sekitar 268.000 penonton tetap menghadiri rangkaian GP Singapura saat itu.

Penyelenggara kemudian menyiagakan petugas pertolongan pertama serta menyediakan masker N95 bagi penonton yang membutuhkan.

Untuk menghadapi potensi serupa pada 2026, Singapore GP akan bekerja sama dengan Haze Task Force, gugus tugas lintas lembaga pemerintah yang dibentuk untuk menangani dampak kabut asap.

Gugus tugas tersebut melibatkan 28 lembaga, termasuk National Environment Agency, Kementerian Perdagangan dan Industri, serta Singapore Tourism Board.

Langkah penanganan akan disesuaikan dengan tingkat PSI dalam 24 jam serta pembacaan konsentrasi PM2.5 setiap jam.

Penonton, staf, pembalap, dan kru yang berada di area sirkuit akan mendapatkan informasi terbaru mengenai kondisi kualitas udara. Bantuan medis dan masker N95 juga akan disiapkan apabila diperlukan.

Keputusan Bergantung Kualitas Udara

Risiko tersebut muncul saat Singapura memasuki periode dengan potensi kabut asap lintas batas yang lebih tinggi.

Pemerintah setempat sebelumnya telah meningkatkan komunikasi kepada masyarakat dan meminta berbagai sektor untuk mempersiapkan langkah antisipasi apabila kualitas udara memburuk.

Selain penyelenggara GP Singapura, sejumlah acara luar ruang lainnya juga menyiapkan berbagai skenario, mulai dari perubahan format kegiatan, pemindahan lokasi, hingga pembatalan acara apabila kondisi kualitas udara dinilai tidak memungkinkan.

GP Singapura 2026 menjadi salah satu agenda olahraga internasional yang berlangsung di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap potensi kabut asap lintas batas.

Dengan rencana kontingensi yang telah disiapkan, keputusan terkait pelaksanaan balapan nantinya akan bergantung pada perkembangan kualitas udara serta penilaian otoritas terkait menjelang berlangsungnya GP Singapura.

Sumber: Bisnis


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Ilustrasi.Kabut Asap Melanda Pekanbaru, Warga Diimbau Batasi Aktivitas di Luar Ruangan
Bupati Kuansing nonaktif, Suhardiman Amby dan Menhut, Raja Juli Antoni.(foto: int) Suhardiman Amby Jalani Pemeriksaan KPK, Singgung Selisih 2.000 SGD: “Besok, Ya”
F1 Singapura Grand Prix./Formula 1Belajar dari 2019, GP Singapura Siapkan Masker dan Bantuan Medis Hadapi Kabut Asap
Fermin Aldeguer.(foto: int)Usai Absen Tiga Balapan, Fermin Aldeguer Unggah Sinyal Comeback di MotoGP Aragon 2026
26 ton garam disemai untuk basahi lahan Riau.(ilustrasi/int)Enam Helikopter Siaga, OMC Riau Terus Digeber Tekan Karhutla
  Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto.Kolaborasi TNI-Polri hingga Masyarakat, Riau Perkuat Pencegahan Karhutla
151 Siswa dan Guru keracunan MBG.Dinkes Kampar Periksa Sampel MBG Usai 151 Siswa dan Guru Alami Gejala Keracunan
Damkar Pekanbaru padamkan kebakaran rumah dua lantai.Tujuh Mobil Damkar Dikerahkan, Rumah di Jalan Dirgantara Pekanbaru Hangus Terbakar
Pabrik BAIC.(foto: int)BAIC T1 Segera Dirakit di Indonesia, Produsen Minta Relaksasi Aturan TKDN
Skuad PSPS Pekanbaru.(foto: int)PSPS Pekanbaru Bakal Hadapi Persela di Surajaya? Ini Kabar Terbarunya
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved