PEKANBARU - PSPS Pekanbaru kembali gagal membawa pulang poin penuh setelah takluk 2-3 dari Sumsel United dalam lanjutan Liga 2 Pegadaian.
Pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Jakabaring, Sumatera Selatan, Sabtu (10/1), menjadi laga yang menyakitkan bagi tim berjuluk Askar Bertuah karena kekalahan terjadi saat lawan bermain dengan sepuluh pemain.
Meski diperkuat sejumlah pemain asing dan pemain lokal anyar, PSPS tak mampu memaksimalkan keunggulan jumlah pemain. Kekalahan ini membuat posisi PSPS tak beranjak dari papan bawah klasemen sementara Grup A Liga 2 Pegadaian.
PSPS kini berada di peringkat kedelapan dengan koleksi 17 poin, sekaligus memperberat peluang untuk menembus empat besar dan lolos ke babak berikutnya.
Pelatih PSPS Pekanbaru, Aji Santoso, mengakui timnya gagal mempertahankan keunggulan meski sempat memimpin pertandingan. Ia menilai para pemain kehilangan pola permainan setelah mendapat tekanan dari tuan rumah, sehingga kerap melakukan kesalahan dan terburu-buru dalam mengalirkan bola.
“Pertandingan sebenarnya sangat menarik karena kedua tim sama-sama menyerang. Sayangnya, kami sudah unggul 2-1 dengan jumlah pemain lebih, tapi pemain kurang bisa memanfaatkan situasi. Saya sudah minta untuk lebih kuat memegang bola dan tidak terburu-buru, namun justru memberikan peluang kepada lawan,” ujar Aji.
Terkait penampilan pemain asing dan pemain baru seperti Brandon Scheunemann, Misbakus Sholikin, Reza Kusuma, Ilham Syafri, dan Vieri Donny, Aji menilai mereka tampil cukup baik. Namun, ia mengakui para pemain tersebut masih membutuhkan waktu adaptasi dan peningkatan stamina.
“Adaptasi mereka cukup bagus. Vieri tampil baik, Reza juga oke. Tapi kondisi fisik mereka belum 100 persen karena baru bergabung. Secara keseluruhan sudah lumayan,” kata Aji.
Dalam dua laga tandang di Sumatera Selatan, PSPS sebenarnya mampu membawa pulang tiga poin setelah sebelumnya mengalahkan Sriwijaya FC. Menatap laga kandang berikutnya, Aji Santoso memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh dan memaksimalkan seluruh pemain yang baru bergabung, termasuk pemain asing.
“Evaluasi jelas akan kami lakukan. Pemain juga akan lebih lengkap. Pertandingan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga. Kemungkinan di laga kandang semua pemain asing sudah bisa dimainkan,” ungkapnya dilansir dari MCRiau.
Pada jalannya pertandingan, PSPS sempat membuka peluang besar mencuri poin setelah unggul lebih dulu pada menit ke-21 melalui gol penalti Ilham Fathoni. Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Lima menit berselang, striker Sumsel United Juninho Cabral berhasil menyamakan skor setelah lolos dari jebakan offside.
PSPS kembali unggul lewat gol perdana pemain anyar Vieri Donny yang memanfaatkan umpan matang Ilham Fathoni. Gol tersebut membuat PSPS memimpin 2-1 dan meningkatkan kepercayaan diri tim.
Keunggulan tersebut semakin terasa setelah kapten Sumsel United, Samsul Hidayat, diganjar kartu kuning kedua sehingga tuan rumah harus bermain dengan sepuluh pemain. PSPS pun memiliki lebih banyak peluang untuk menambah keunggulan.
Namun memasuki babak kedua, PSPS justru lengah meski unggul jumlah pemain. Situasi ini dimanfaatkan Sumsel United dengan baik. Pada menit ke-52, Kahar Muzakkar berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2.
Sumsel United yang semakin percaya diri terus menekan hingga akhir laga. Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-90 saat pemain asing Dall’Oca mencetak gol penentu kemenangan. Gol tersebut memastikan tiga poin tetap berada di Palembang setelah Sumsel United menang dramatis 3-2 atas PSPS Pekanbaru.