PEKANBARU - Kota Pekanbaru, Riau, kembali menjadi tuan rumah ajang bulu tangkis bertaraf internasional. Kejuaraan Wondr by BNI Indonesia Masters 2025, bagian dari rangkaian turnamen BWF Super 100, resmi digelar di Gelanggang Remaja pada 16–21 September 2025.
Turnamen prestisius ini akan menghadirkan ratusan atlet bulu tangkis dari 18 negara yang masuk dalam jajaran World Ranking.
Mereka datang membawa nama besar negara masing-masing, termasuk Indonesia sebagai tuan rumah.
“Turnamen ini merupakan panggung unjuk kebolehan bagi bintang muda Indonesia sekaligus pemain kelas dunia,” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP PBSI, Ricky Soebagdja, Senin (15/9/2025).
Deretan negara yang ikut serta meliputi Chinese Taipei, Malaysia, India, Jepang, Tiongkok, Korea Selatan, Thailand, Spanyol, Hong Kong, Singapura, Kanada, Denmark, Australia, Azerbaijan, Jerman, Prancis, Sri Lanka, serta Indonesia.
Chinese Taipei menjadi kontingen terbesar dengan 55 atlet, disusul Malaysia 41 atlet, Indonesia 52 atlet muda, India 32 atlet, serta Jepang dan Tiongkok yang masing-masing mengirimkan 28 atlet.
Negara lain seperti Korea Selatan 19 atlet, Thailand 13 atlet, hingga Spanyol 11 atlet juga memastikan kehadirannya.
“Kami berharap masyarakat Pekanbaru dan Riau memberikan dukungan penuh bagi para atlet Indonesia. Dukungan ini akan menjadi energi tambahan untuk menorehkan prestasi terbaik di hadapan pendukung sendiri,” ujar Ricky.
Menariknya, turnamen ini tidak hanya diikuti pemain muda, tetapi juga sejumlah bintang dunia. Di antaranya Nozomi Okuhara (Jepang), ganda campuran Denmark Mathias Christiansen/Alexandra Boje, serta pasangan Malaysia Jimmya Wong/Lai Pei Jing.
Menurut Ricky, meski sebagian besar unggulan berasal dari luar negeri, para pemain muda Indonesia tetap berpeluang mencetak kejutan.
“Saya optimis anak-anak muda kita mampu memberikan perlawanan terbaik. Apalagi bermain di rumah sendiri akan menjadi motivasi tambahan,” tegasnya.
Kejuaraan Wondr by BNI Indonesia Masters 2025 akan memperebutkan hadiah total USD110.000 atau sekitar Rp1,8 miliar.
Ricky menegaskan, turnamen ini bukan sekadar perebutan gelar, tetapi juga sarana untuk memperluas panggung bulu tangkis Indonesia ke luar Pulau Jawa.
“Kami ingin event ini menjadi warna baru bagi perkembangan bulu tangkis nasional, sekaligus menegaskan bahwa potensi besar juga ada di Riau,” pungkasnya.