JAKARTA - Tak sedikit pemudik yang memutuskan memakai sepeda motor sebagai alat transportasi pilihan. Alasannya, selain biaya operasionalnya lebih murah, motor juga dapat digunakan untuk mobilitas saat berada di kampung halaman.
Namun risiko kecelakaan mudik menggunakan motor sangat tinggi. Bahkan dampaknya lebih besar ketimbang pemudik mobil dan transportasi umum.
Namun bila terpaksa menggunakan sepeda motor pastikan kendaraan dalam keadaan layak untuk perjalanan jauh. Di samping itu motor harus dalam keadaan standar pabrikan, artinya tidak ada bagian yang dimodifikasi sebab bisa mengurangi kenyamanan selama perjalanan.
"Jelas itu tidak safety, tambahan-tambahan aksesori di motor yang tidak dari pabrik itu harus hati-hati, dan waspada. Bagaimanapun juga yang dibuat oleh pabrikan sudah dengan perhitungan jadi yang aman ya standar pabrik itu," ujar Poedyo Santosa, instruktur senior Indonesia Road Safety (Irsa).
Poedyo menambahkan, jika ingin bergaya boleh saja tapi perlu diingat safety-nya akan berkurang. Hal itu bisa membahayakan pengendara dan penumpang. Penambahan boks di samping maupun belakang motor juga tidak disarankan.
"Seharusnya pakai ban 14 diganti menjadi 17 inci tampilannya menjadi keren tapi begitu dinaikkan jadi enggak enak, keras. Nambah boks pasti bahaya, bayangan kita di belakang motor enggak ada (boks), begitu belok kalau kita lupa ada boks bisa nyangkut di mobil orang. Hal itu membutuhkan kebiasaan dan sebagainya," terang Poedyo, dikutip detik.
Untuk menghindari pemasangan boks atau kayu di belakang sepeda motor, Poedyo menyarankan lebih baik membawa barang bawaan secukupnya, bila perlu dikirim lewat paket. "Bila perlu motornya juga dikirim dan bisa digunakan saat sudah sampai di kampung halaman," pungkasnya.
Sebenarnya menambah boks atau kayu di belakang motor bisa menyebabkan titik berat sepeda motor berubah. Dampaknya, handling atau keseimbangan akan terganggu yang berisiko menyebabkan kecelakaan. (*)