www.halloriau.com
BREAKING NEWS :
Bisa Bahaya, Jangan Konsumsi 5 Makanan Ini denga Buah Pisang
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 
Harga Kedelai Naik, Perajin Tempe di Selatpanjang Terpaksa Perkecil Ukuran
Selasa, 08 Juni 2021 - 20:42:34 WIB
Sodiah, perajin tempe di Selatpanjang Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti
Sodiah, perajin tempe di Selatpanjang Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti

SELATPANJANG - Sejumlah perajin tempe di Kota Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti mengaku dilema dengan naiknya harga kacang kedelai belakangan ini, sehingga mereka terpaksa mengurangi produksi pasca melonjaknya harga kacang kedelai impor di pasaran.

Hal itu seperti diungkapkan Sodiah (51), warga Gang Jambu, Desa Alahair Timur Kecamatan Tebingtinggi, baru-baru ini.

Ia tidak bisa menentukan pilihan, selain terus melanjutkan produksi tempe untuk mencukupi pendapatan ekonominya. Meskipun hanya berpeluang kecil mendapatkan keuntungan lebih.

"Kita jadi payah untuk mencukupi penghasilan. Sebab kedelai naiknya separuh harga dari yang biasanya," kata Sodiah dengan senyum tipisnya.

Belum lagi ditambah kondisi sekarang kasus Covid-19 naik, membuat sejumlah akses ke wilayah tempat biasanya memasok dagangan tempe ditutup. Meski begitu, wanita paruh baya itu mesti bekerja keras agar dagangan tempenya bisa laku normal seperti biasa.

"Tempat saya biasa menjual tempe ditutup, akibat corona. Seperti Desa Tanjung Samak (baru-baru ini sudah dibuka), Sungai Tohor, dan Teluk Kepau. Dengan begini susah kita jadinya," ujar Sodiah.

Sodiah biasanya membeli kacang kedelai rata-rata dengan ukuran berat karung 50 kilogram seharga Rp350 ribu. Kini sudah naik menjadi Rp560 ribu. Jadi selisih harga kenaikan harga mencapai Rp210 ribu.

"Sudah Rp560 ribu sekarang, jadi dalam sehari saya hanya memproduksi tempe sebanyak 18 kilogram saja. Sedangkan sebelumnya bisa buat banyak yaitu 30 kilogram," tuturnya.

Tak hanya itu, Sodiah juga mengatakan untuk menutupi beban biaya produksi yang melonjak, ia terpaksa memperkecil ukuran tempe dari yang biasa menjadi lebih agak kecil. Kalau menaikkan harga tempe, ia khawatir akan sepi pembeli.

"Dalam kondisi saat ini tidak mungkin kalau harus menaikan harga. Jadi, ukurannya saja yang dikurangi.
Saya khawatir tidak ada yang mau membeli kalau dinaikkan harga. Sedangkan sekarang ini saja sudah sepi pembeli, meskipun hanya beberapa, jadi solusinya dengan mengecilkan ukuran tempe," ungkap dia.

Soal kenaikan harga kedelai, Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DisdagperinKopUKM) Kepulauan Meranti langsung menanggapi. Mereka segera mengecek di lapangan soal kenaikan tersebut.

Disebutkan kenaikan itu sempat beberapa kali terjadi di tengah pandemi Covid-19. Menanggapi hal tersebut, DisdagperinKopUKM Kepulauan Meranti menyikapinya dengan wajar.

Setelah dilakukan pengecekan di lapangan, Kepala Bidang Perdagangan Ade Suhartian mengatakan, kenaikan harga tidak hanya terjadi di Kepulauan Meranti saja, melainkan terjadi hampir di seluruh daerah di Indonesia.

"Kenaikannya memang nasional (terjadi di seluruh Indonesia). Di kabupaten kota di Riau harganya ada yang Rp12.000 hingga Rp13.000 per kilogram," ungkap Ade.

Konsumen seperti pembuat tempe dan tahu kebanyakan mengambil stok kacang kedelai langsung ke distributor. Memang tak dipungkiri, mereka sekali memesan kedelai hingga 50 kilogram dengan harga Rp560 ribu untuk produksi besar.

"Saat dicek memang harganya Rp550 ribu hingga Rp560 ribu. Kenaikan harga itu memang sudah lama. Tapi ada kami temui beberapa distributor sedang kekosongan stok," jelas Ade lagi.

Penulis : Ali Imroen


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA LAINNYA    
IlustrasiBisa Bahaya, Jangan Konsumsi 5 Makanan Ini denga Buah Pisang
Walikota Pekanbaru H Firdaus, menandai penanam pohon kurma di Areal Islamic Centre Pekanbaru dalam Komplek Perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru.
Walikota Pekanbaru Tanam Pohon Kurma di Areal Islamic Centre
Yamaha Frascino 125Yamaha Perkenalkan Skutik Terbaru Frascino 125, Dibekali Fitur Hybrid
PT Phapros TbkPhapros Luncurkan Obat Pencegahan Covid-19
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani NazirKadiskes Riau Minta Kabupaten-Kota Lebih Aktif Kejar Target Vaksinsi
  IlustrasiHujan Masih Berpotensi Guyur Riau Siang Nanti
IlustrasiHati-hati, Covid-19 Paling Sering Ditularkan Lewat Aktivitas Ini
Denmark lolos dramatis ke babak 16 Euro 2020. Foto: DetikHajar Rusia 4-1, Tim Dinamit Denmark Lolos Dramatis 16 Besar
intKlasemen Grup B Euro 2020: Belgia & Denmark ke Babak 16 Besar
Jubir Satgas Covid-19 Riau Indra YoviSatgas Covid-19: Stok Obat-Obatan di Riau Masih Aman
Komentar Anda :

 
 
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved