www.halloriau.com  
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Sinergi Kunci Bangun Ekosistem Sistem Resi Gudang
 
Saat Terpapar Covid-19 di Hari Keberapa Hilang Penciuman? Berapa Lama Terjadinya?
Selasa, 27 Juli 2021 - 09:37:55 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA - Anosmia menjadi satu diantara gejala yang dialami bagi orang yang terpapar covid-19. Anosmia merupakan hilangnya fungsi indra penciuman secara total.

Orang yang mengalami anosmia tidak bisa mencium aroma apapun, baik aroma bunga atau parfum maupun bau tidak sedap, seperti bau busuk dan bau amis.

Mengapa anosmia dapat dialami oleh penderita COVID-19.

Menurut beberapa penelitian dikutip dari Alodokter.com anosmia cenderung muncul di masa awal infeksi dan biasanya akan pulih dalam waktu 28 hari.

Anosmia pada COVID-19 juga sering disertai dengan dysgeusia atau gangguan indra pengecap, seperti mulut terasa asam, pahit, asin, atau terasa seperti logam.

Saat mengalami dysgeusia, penderita COVID-19 bisa kehilangan nafsu makan, bahkan penurunan berat badan.

Semakin parah anosmia yang terjadi, semakin buruk pula gangguan pada indra pengecap.

Di masa pandemi seperti saat ini, perlu waspada jika mengalami gejala COVID-19, termasuk hilangnya kemampuan untuk mencium bau.

Apalagi jika memiliki riwayat kontak atau sering bepergian ke tempat ramai.

Kapan Anosmia Muncul

Anosmia ini umumnya muncul sekitar 2–14 hari setelah tubuh terpapar virus Corona.

Jika Anda merasakan gejala anosmia tanpa adanya gejala lain yang berbahaya, segera lakukan isolasi mandiri dan cukupi waktu istirahat, minum air putih lebih banyak, serta konsumsi obat penurun panas, seperti paracetamol, jika mengalami demam.

Selain itu Anda juga bisa membersihkan bagian dalam hidung untuk mengatasi anosmia.

Namun, jika muncul gejala COVID-19 yang berat, seperti sesak napas atau demam tinggi yang tidak kunjung reda, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan.

Anosmia pada COVID-19 bukanlah gejala yang berbahaya. Namun, kondisi ini juga tidak boleh diabaikan.

Waspadai munculnya gejala-gejala COVID-19 lainnya selama melakukan isolasi mandiri.

Bila perlu, periksakan diri ke dokter untuk memastikan apakah gejala anosmia yang dialami disebabkan oleh COVID-19.

Apa Yang Harus Dilakukan

Beberapa penelitian menunjukkan, orang-orang mengalami peningkatan kemampuan mencium dibandingkan dengan kelompok kontrol setelah menjalani pelatihan penciuman.

1. Latih Indar Penciuman

Pasien bisa mengumpulkan beberapa aroma yang kuat misalnya kayu manis, mint, jeruk, wewangian mawar dan cengkih. Lalu tarik napas selama 10- 20 detik sambil memikirkan seperti apa aromanya.

2. Minum Minyak Ikan

Ahli otolaryngologi di Mount Sinai Hospital, New York, Alfred Iloreta beberapa waktu lalu memulai uji klinis untuk melihat apakah mengonsumsi minyak ikan membantu memulihkan indra penciuman.

Asam lemak omega-3 yang ditemukan dalam minyak ikan dapat melindungi sel saraf dari kerusakan lebih lanjut atau membantu meregenerasi pertumbuhan saraf.

Studi dalam Journal of Internal Medicine pada Januari 2021 menemukan, hampir 86 persen dari 2.581 pasien COVID-19 yang diteliti kehilangan membaui dan mengecap akibat virus corona.

Berapa Lama Anosmia Terjadi

Anosmia biasanya akan membutuhkan waktu untuk enyah, bisa berbulan-bulan dan umumnya berbeda-beda antar pasien.

Para peneliti menemukan sekitar 15 persen belum bisa memulihkan indra perasa dan penciuman mereka 60 hari setelah infeksi, sementara hampir 5 persen berada dalam situasi yang sama hingga enam bulan kemudian.

Dokter Spesialis Paru Sylvia Sagita Siahaan mengatakan, para dokter yang menangani COVID-19 akan bekerja sama dengan dokter spesialis THT dalam kasus anosmia.

Penanganannya bisa tergantung derajat kerusakan saraf yang diakibatkan virus.

Berikut Larangan Untuk Lawan Virus Corona

1. Gorengan

Gorengan akan memicu tenggorokan gatal dan bisa susah menelan, sebaiknya ganti dengan makanan favorite lainnya seperti buah yang segar mudah dikunyah.

2. Garam

Pada kasus ini lidah bak mengalami anomali.

Sebagian mengaku semua makanan terasa hambar, ada pula yang mengaku makanan menjadi rasa pahit yang berlebihan.

Bahkan jika perlu tanpa garam. Sebaliknya, tambahkanlah rasa pedas ke dalam menu makanan seperti sambal.

Karena makanan pedas, terutama sambal, mempengaruhi orang makan lebih banyak.

Karena senyawa pada makanan pedas, mempercepat aktivasi saraf untuk memproduksi air liur (saliva).

3. Makanan Kasar

Pilih makanan yang memiliki serat baik agar mudah dicerna dicerna dan tidak mengiritasi usus.

Cari makanan yang lunak dan kaya nutrisi. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
IntSinergi Kunci Bangun Ekosistem Sistem Resi Gudang
Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana (foto Arsip Bappebti)Tindak Tegas, Kemendag Blokir 249 Domain Situs Perdagangan Berjangka Komoditi Tanpa Izin
ilustrasiHujan Diprediksi Guyur Sebagian Besar Wilayah Riau
  IlustrasiRiau Usulkan Pembebasan Lahan Percepatan 4 Jalan Tol ke Pusat
Tokoh masyarakat Riau asal Meranti Wan Abu Bakar menyerahkan formatur kepengurusan PerMasKab Kepulauan Meranti kepada ketua terpilih, NazaruddinNazaruddin Pimpin PerMasKab Kepulauan Meranti Pekanbaru Periode 2021-2026
Juru bicara (jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Riau, Indra Yovi30 Anak di Riau Meninggal Akibat Covid-19, Orang Tua Harus Waspada
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Tim Verifikasi Diskominfotik Inhu Kunjungi halloriau.com
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved