www.halloriau.com  
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Sinergi Kunci Bangun Ekosistem Sistem Resi Gudang
 
Dosis Kedua Vaksin Covid-19 Benarkah Selalu Menimbulkan Gejala Lebih Berat?
Minggu, 25 Juli 2021 - 20:19:00 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

JAKARTA - Banyak yang melaporkan bahwa suntikan dosis kedua vaksin covid-19 punya efek samping. Di antaranya adalah demam dan rasa nyeri. Benarkah hal itu merupakan efek samping dari pemberian dosis dua vaksin covid-19?

“Bisa terjadi tapi tidak selalu. Jadi pada orang tertentu itu ada yang disebut efek simpang, bukan efek samping. Kalau efek samping itu pasti terjadi. Misalnya kita minum CTM, efek sampingnya ngantuk. Itu pasti, itu efek samping. Pada semua orang itu terjadi,” kata Elizabeth Jane Soepardi - Pakar Imunisasi dikutip dari medcom.

Sedangkan kalau efek simpang, menurut Jane itu adalah efek yang menyimpang. Kondisi itu tidak lazim terjadi, tapi bisa saja terjadi, meski sedikit. Jadi itu masih berstatus kemungkinan. Meskipun demikian, kata Jane, efek simpang yang pada dosis kedua bisa saja terjadi.

“Biasanya adalah, misalnya pada waktu dosis pertama dia tidak mengalami apa-apa kemudian pada dosis kedua itu karena ketika ada suntikan itu menjadi dikenali oleh tubuh. Sehingga tubuh itu bereaksi, lalu dalam proses pembentukan antibodi,” jelas Jane.

Efek simpang sendiri, menurut Jane bisa macam-macam. Mulai dari sakit secara lokal. Misal, di tempat suntikan itu lebih nyeri atau di tempat itu agak bengkak. Atau misalnya agak demam, atau nyeri di kepala. Tapi kondisi itu biasanya sangat ringan, dan bisa diatasi dengan minum obat paracetamol.

Jane juga menegaskan, tidak ada jenis vaksin tertentu yang bisa menyebabkan efek suntikan dosis kedua menjadi lebih berat. Memang efek simpang pada AstraZeneca lebih tinggi, lebih banyak dari Sinovac. Tetapi kita juga tahu bahwa efektivitas dari AstraZeneca lebih tinggi daripada Sinovac.

“Namun saya boleh share pengalaman dari radiolog. Dokter yang memeriksa foto rontgen. Jadi si dokter ini selama pandemi setiap hari harus membaca foto rontgen dari rata-rata 306 - 600 foto rontgen setiap hari,” ujar Jane.

Hasilnya, semua yang sudah divaksin, entah itu dengan Sinovac atau AstraZeneca, kalaupun ada bercak di paru itu ringan. Kasusnya itu rata-rata dengan isolasi mandiri saja sudah sembuh. Sementara yang tidak divaksin, bercak di parunya itu luas.

“Bahkan ada yang masuk di rumah sakit, baru sampai IGD, belum masuk kamar baru 3 - 6 jam sudah meninggal. Jadi, jangan pilih vaksin. Apa saja vaksinnya, itu melindungi,” tutup Jane. (*)


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
IntSinergi Kunci Bangun Ekosistem Sistem Resi Gudang
Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana (foto Arsip Bappebti)Tindak Tegas, Kemendag Blokir 249 Domain Situs Perdagangan Berjangka Komoditi Tanpa Izin
ilustrasiHujan Diprediksi Guyur Sebagian Besar Wilayah Riau
  IlustrasiRiau Usulkan Pembebasan Lahan Percepatan 4 Jalan Tol ke Pusat
Tokoh masyarakat Riau asal Meranti Wan Abu Bakar menyerahkan formatur kepengurusan PerMasKab Kepulauan Meranti kepada ketua terpilih, NazaruddinNazaruddin Pimpin PerMasKab Kepulauan Meranti Pekanbaru Periode 2021-2026
Juru bicara (jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Riau, Indra Yovi30 Anak di Riau Meninggal Akibat Covid-19, Orang Tua Harus Waspada
Komentar Anda :

 
Potret Lensa
Tim Verifikasi Diskominfotik Inhu Kunjungi halloriau.com
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved