KUANSING - Hiburan digital tak selalu berhenti di layar. Komunitas penonton Pacu Jalur Virtual kembali membuktikan hal itu dengan mengubah dukungan selama siaran langsung menjadi bantuan sosial senilai Rp2,25 juta untuk Panti Asuhan Putri 'Aisyiyah Kuansing.
Dana tersebut dihimpun dari dukungan penonton saat Live Pacu Jalur Virtual melalui akun TikTok @herpantry.
Bantuan kemudian disalurkan dalam rangka kegiatan Jumat Berkah, sebagai bentuk kepedulian yang tumbuh dari interaksi antara kreator dan komunitas penontonnya.
Pengembang sekaligus pengelola Pacu Jalur Virtual, Herpan Tryadi mengatakan, kegiatan tersebut sengaja diarahkan agar aktivitas komunitas di ruang digital memiliki dampak yang lebih luas di luar layar.
"Alhamdulillah, Jumat Berkah kembali bisa kita laksanakan. Kali ini dari dukungan penonton yang hadir dan ikut meramaikan Live Pacu Jalur Virtual terkumpul Rp2.250.000. Hasilnya kita salurkan kepada Panti Asuhan Putri 'Aisyiyah Kuansing," ujar Herpan, Sabtu (12/9/2026).
Herpan menegaskan, dana yang disalurkan bukan berasal dari kantong pribadinya.
Ia hanya bertindak sebagai perantara untuk menyalurkan dukungan yang diberikan penonton selama siaran berlangsung.
"Saya hanya sebagai perantara. Semua ini berasal dari para penonton yang ikut hadir, meramaikan, dan memberikan dukungan selama Live Pacu Jalur Virtual. Jadi, apa yang kita serahkan merupakan hasil dari kebersamaan kita semua," katanya.
Pernyataan tersebut menjadi penting karena kegiatan Jumat Berkah dibangun dari partisipasi kolektif.
Artinya, nominal Rp2,25 juta bukan hanya angka bantuan, tetapi juga menunjukkan bagaimana aktivitas komunitas digital dapat dikonversi menjadi aksi sosial ketika dikelola secara bersama-sama.
Herpan mengapresiasi seluruh penonton yang ikut berkontribusi. Menurutnya, nilai sebuah dukungan tidak semata-mata ditentukan oleh besar kecilnya nominal.
"Terima kasih kepada seluruh penonton yang sudah hadir dan ikut meramaikan. Berapa pun dukungan yang diberikan, semuanya sangat berarti. Ketika dikumpulkan bersama, ternyata bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain," ujarnya.
Pacu Jalur Virtual merupakan permainan digital interaktif yang membawa atmosfer perlombaan pacu jalur khas Kuansing ke ruang digital.
Dalam siaran langsung, penonton tidak hanya menyaksikan permainan, tetapi juga dapat berinteraksi dan memberikan dukungan.
Dari pola interaksi tersebut, kemudian muncul ruang untuk membangun kegiatan sosial.
Sebelumnya, hasil dukungan penonton dalam kegiatan Jumat Berkah juga telah disalurkan kepada Panti Asuhan Darussalam.
Respons positif dari komunitas membuat kegiatan serupa kembali digelar dengan sasaran penerima berbeda.
Kali ini, Panti Asuhan Putri 'Aisyiyah Kuansing menjadi penerima manfaat.
Bagi Herpan, keberhasilan kegiatan tersebut tidak seharusnya hanya diukur dari jumlah uang yang terkumpul.
Lebih jauh, kegiatan itu menunjukkan adanya potensi komunitas digital untuk membangun kepedulian sosial.
"Awalnya kita berkumpul di live untuk menikmati Pacu Jalur Virtual, bercanda dan seru-seruan bersama. Alhamdulillah, dari kebersamaan itu ternyata kita juga bisa melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain," ungkapnya.
Kegiatan Jumat Berkah sekaligus memperlihatkan bahwa komunitas yang terbentuk dari sebuah permainan digital dapat memiliki fungsi sosial apabila dikelola secara konsisten.
Namun, tantangan berikutnya bukan sekadar kembali mengumpulkan bantuan. Yang lebih penting adalah menjaga transparansi, konsistensi penyaluran, serta memastikan dukungan komunitas benar-benar sampai kepada pihak yang membutuhkan.
Herpan berharap kegiatan tersebut dapat terus berkembang dan menjadi agenda positif bersama komunitas penonton Pacu Jalur Virtual.
"Mudah-mudahan apa yang kita lakukan bersama ini bermanfaat bagi adik-adik di Panti Asuhan Putri 'Aisyiyah Kuansing," tutur Herpan.
"Terima kasih kepada seluruh penonton yang telah ikut mengambil bagian. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus kita lakukan ke depannya," tukasnya.