KUANSING - Aktivitas belajar mengajar secara tatap muka di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) kembali dimulai pada Rabu (2/9/2026). Kebijakan ini diambil setelah selama empat hari para pelajar menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat memburuknya kualitas udara dan kabut asap.
Meski sekolah kembali dibuka, Pemerintah Kabupaten Kuansing mengingatkan bahwa kondisi udara belum sepenuhnya aman. Saat ini, kualitas udara di wilayah tersebut masih berada pada kategori tidak sehat.
Namun, pemerintah menilai kondisi tersebut telah mengalami perbaikan dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
Pj Sekda Kuansing Muradi mengatakan keputusan mengembalikan pembelajaran tatap muka diambil setelah pemerintah daerah menerima masukan dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), yakni Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuansing.
Salah satu pertimbangan utama adalah tren kualitas udara yang mulai menunjukkan perbaikan.
"Meski masih berstatus tidak sehat, tetapi sudah jauh membaik. Indeks angka kualitas udara mulai membaik," ujar Muradi.
Selain memantau kualitas udara, Pemkab Kuansing juga mempertimbangkan kondisi kesehatan masyarakat, khususnya perkembangan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Muradi menyebutkan laporan dari Dinas Kesehatan menunjukkan tidak adanya peningkatan kasus ISPA dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, tidak terdapat masyarakat Kuansing yang harus menjalani perawatan inap secara intensif akibat kondisi tersebut.
"Maka berdasarkan kondisi itu, kita putuskan kalau mulai hari ini pembelajaran tatap muka seperti biasa," kata Muradi.
Meski demikian, keputusan tersebut tidak sepenuhnya menutup kemungkinan diberlakukannya kembali PJJ. Pemkab Kuansing akan terus melakukan evaluasi berdasarkan perkembangan kualitas udara dan kondisi kesehatan masyarakat.
Dengan demikian, aktivitas sekolah akan terus berjalan selama kondisi dinilai memungkinkan. Namun, apabila kualitas udara kembali memburuk dan kabut asap menebal, pemerintah daerah siap mengambil langkah untuk melindungi para pelajar.
"Jika kualitas udara memburuk dan kabut asap kembali pekat, kebijakan PJJ akan kita berlakukan kembali," ujar Muradi.
Pemkab Kuansing mengimbau masyarakat dan pihak sekolah tetap mengikuti perkembangan kualitas udara serta memperhatikan kondisi kesehatan siswa selama kegiatan belajar mengajar tatap muka berlangsung.