KAMPAR - Meskipun suhu udara pada siang hari terasa cukup terik dalam beberapa pekan terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar memastikan kondisi cuaca di wilayah tersebut masih relatif stabil.
Curah hujan yang rutin turun pada sore hingga malam hari dinilai mampu menjaga keseimbangan kondisi hidrometeorologi sekaligus menekan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kalaksa BPBD Kampar, Azwan melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, Adi Candra Lukita mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan pihaknya, cuaca panas memang terjadi pada siang hari.
Namun, kondisi tersebut belum mengarah pada kekeringan ekstrem karena masih diimbangi hujan dengan intensitas yang cukup baik.
"Siang cuacanya memang lumayan panas. Tetapi masih diimbangi hujan yang sering turun pada sore sampai malam," ujar Adi Candra Lukita, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, suhu udara yang tinggi menyebabkan tingkat penguapan meningkat, terutama pada kawasan perairan terbuka.
Salah satu indikator yang terus dipantau BPBD adalah perubahan debit air di Waduk PLTA Koto Panjang yang cukup sensitif terhadap kondisi cuaca.
"Yang kita pantau terus, waduk PLTA ini. Debitnya cepat turun drastis kalau cuaca panas. Penguapannya lumayan tinggi," jelasnya.
Meski demikian, kondisi sungai di Kabupaten Kampar secara umum masih berada pada kategori normal.
Bahkan, debit air di sejumlah wilayah, khususnya Kampar Kiri, justru mengalami peningkatan akibat kiriman air hujan dari kawasan Sumbar.
Adi menegaskan, situasi cuaca saat ini belum menunjukkan karakteristik fenomena El Nino yang biasanya ditandai dengan penurunan curah hujan secara signifikan dan meningkatnya kekeringan dalam waktu panjang.
Sebagai Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) Kampar, ia menilai kondisi tersebut menjadi keuntungan tersendiri dalam upaya mitigasi bencana karhutla di daerah.
Ia membandingkan kondisi Kampar dengan beberapa wilayah lain di Indonesia, seperti Sumatera Selatan, yang saat ini mulai mengalami suhu udara lebih panas dengan curah hujan yang minim sehingga ketersediaan air di sejumlah daerah mulai berkurang.
"Kita doakan, semoga cuaca di kita seperti ini tetap bertahan," ucapnya.
Meski kondisi dinilai masih terkendali, BPBD Kampar tetap mempertahankan status siaga kebakaran hutan dan lahan sesuai periode yang telah ditetapkan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Pihak BPBD juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan cuaca, debit sungai, serta kondisi waduk sebagai bagian dari sistem deteksi dini untuk mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi di Kabupaten Kampar.