www.halloriau.com
Ekonomi
BREAKING NEWS :
Satpol PP Tertibkan 9 Bangunan Liar di Jalan Soekarno Hatta Dumai
 
Miris, Aung San Suu Kyi Kekurangan Uang untuk Makan di Tahanan Militer
Selasa, 08 Juni 2021 - 22:35:58 WIB
Aung San Suu Kyi
Aung San Suu Kyi

JAKARTA - Pemimpin de facto Myanmar yang dikudeta, Aung San Suu Kyi, mengaku kekurangan uang untuk makan dan kebutuhan sehari-hari dirinya selama menjadi tahanan rumah junta militer.

Sidang di Naypyitaw, Senin (7/7/2021), Suu Kyi mengatakan kepada tim hukumnya bahwa ia butuh uang tunai itu membeli makanan, obat-obatan, serta kebutuhan sehari-hari lain untuk ia dan delapan tahanan lainnya, juga anjingnya, Taichido.

"Amay (panggilan untuk Suu Kyi) mengatakan dia dan tahanan lain butuh uang tunai untuk makan dan kebutuhan lainnya setiap dua minggu," ujar salah satu kuasa hukum Suu Kyi, Daw Min Min Soe, Senin (7/6/2021), dikutip CNN Indonesia dari The Irrawaddy.

Suu Kyi mengatakan bahwa orang yang menahan mereka sebenarnya sudah menawarkan bantuan, tapi ia ogah menerima. Jika memungkinkan, Suu Kyi meminta tim hukumnya untuk membantu.

"Kata Amay, uang tunai 5 juta kyat atau sekitar Rp43juta sudah cukup untuk saat ini. Dia mengatakan persediaan lain juga diperlukan," kata pengacara itu.

Saat ini, Suu Kyi sudah didakwa dengan enam tuduhan, dua di antaranya terkait pasal 25 mengenai hukum pengelolaan bencana alam, pasal 8 soal ekspor dan impor, pasal 67 mengenai telekomunikasi, dan pasal 505 (b)KUHP untuk penghasutan dan Undang-Undang Rahasia Negara.

Suu Kyi bersama Presiden Myanmar, U Win Myint, dan ketua Dewan Perwakilan, Myo Aung, hadir di pengadilan pada 24 Mei dan 7 Juni.

Itu merupakan kali pertama mereka menghadiri langsung sidang. Sebelumnya, mereka selalu menghadiri sidang secara virtual.

Pekan lalu, junta militer memindahkan Suu Kyi dan beberapa tahanan rumah ke lokasi yang tak diketahui.

Junta tak hanya menangkap petinggi Myanmar setelah kudeta pada 1 Februari lalu. Mereka juga kerap menahan warga sipil yang memprotes kudeta.

Sejauh ini, menurut Lembaga Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), orang yang ditahan junta sebanyak 4.677 orang. Sementara itu, jumlah korban tewas akibat bentrok dengan aparat Myanmar mencapai 857. (*)



Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)

BERITA LAINNYA    
Kepala Satpol PP Kota DumaiĀ Fauzi Efrizal memimpin pembongkaran lapak pedagang di Jalan Soekarno Hatta Dumai dekat Bandara Pinang Kampai, Senin sore kemarin.Satpol PP Tertibkan 9 Bangunan Liar di Jalan Soekarno Hatta Dumai
Tersangka yang diamankan polisi.Polsek LBJ Ringkus Dua Pengedar 19 Paket Sabu
IlustrasiHujan Masih Berpotensi Guyur Riau Siang Nanti
  IlustrasiHarga Sawit Riau Anjlok 8,7 Persen ke Posisi Rp 2.064/Kg
IlustrasiBisa Bahaya, Jangan Konsumsi 5 Makanan Ini denga Buah Pisang
Walikota Pekanbaru H Firdaus, menandai penanam pohon kurma di Areal Islamic Centre Pekanbaru dalam Komplek Perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru.
Walikota Pekanbaru Tanam Pohon Kurma di Areal Islamic Centre
Komentar Anda :

 
 
Potret Lensa
BPPW Riau Ikuti Zoom Review Evaluasi Paket Tender
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2021 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved