SHANGHAI — PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk. (EXCL) bersama Huawei menghadirkan solusi ICT untuk UKM berbasis 5G SD-WAN yang menyasar sektor ritel mulai dari pertokoan hingga restoran di Tanah Air. XLSMART memperkirakan sebanyak 5.000 paket dapat terjual dari solusi tersebut pada tahun ini.
5G SD-WAN atau 5G Software-Defined Wide Area Network adalah teknologi jaringan yang menggabungkan kecerdasan pengelolaan lalu lintas data dari SD-WAN dengan kecepatan, kapasitas besar, dan latensi rendah dari jaringan nirkabel 5G.
Jika SD-WAN konvensional mengatur jalur data pintar melalui kabel seperti internet pita lebar biasa, 5G SD-WAN mengintegrasikan koneksi seluler 5G sebagai jalur utama maupun cadangan secara pintar.
Teknologi ini mampu memilah aplikasi kritis seperti panggilan video atau transaksi pembayaran untuk dilewatkan pada jalur terbaik secara otomatis demi menjaga kualitas layanan.
Director & Chief Enterprise & Strategic Relationship Officer XLSMART Andrijanto Muljono mengatakan solusi ini sangat reliabel dengan pasar Indonesia karena tangguh dan dapat digelar secara cepat. Kapasitas 5G yang besar dan mampu melakukan pemisahan jalur layanan (slicing) membuat kualitas solusi yang diterima pelanggan UKM makin mumpuni.
Perangkat seperti CCTV hingga mesin kasir yang terdapat di toko ritel hingga restoran dapat dioperasikan dengan optimal lewat 5G SD-WAN, tanpa membutuhkan jaringan internet berbasis kabel yang ongkos penggelarannya lebih mahal dan lebih lama.
“Jadi untuk harga lebih murah ini juga. Selain itu, ini juga bisa dipakai di beberapa lokasi yang tidak terjangkau oleh serat optik karena kebijakan pemilik lahan misalnya. Jadi mendingan 5G, lebih cepat juga gelarnya” kata Adrianto dalam peluncuran 5G SD-WAN di Shanghai, Kamis (25/6/2026).
Selain itu, tambah Adrianto, XLSMART tidak hanya menjual layanan konektivitas tetapi juga dengan solusi seperti software hingga hardware sehingga pelanggan UKM mendapatkan layanan secara utuh dari satu korporasi.
Sementara Group Head Solution Architect & Bid Management XLSMART I Dewa Putu Mas Bangbang Sumantri menjelaskan dengan memiliki satu solusi secara utuh (one stop solution) klien UKM dapat lebih mudah dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi.
Mengenai target, Dewa mengatakan XLSMART mengincar 5.000 paket pada tahun pertama layanan ini hadir. Paket tersebut akan didistribusikan di 45 kota/kabupaten yang selama ini telah tersedia jaringan 5G XLSMART.
“5.000 ini angka psikologis, karena kita tahu jumlah UKM kita sangat besar hingga puluhan juta, tetapi mungkin pada saat ini mereka masih cukup menantang,” kata Dewa.
3 Masalah Utama
Sementara itu, CMO of ICT Huawei Asia Pacific, James Zhang, menjelaskan identifikasi masalah di lapangan menjadi kunci dalam merumuskan solusi teknologi yang tepat sasaran bagi para pelaku usaha. Sebelum One Stop Solution 5G SD-WAN ini hadir, perusahaan telah melakukan riset pasar dan mendengar masalah yang dihadapi UKM.
“Kami bisa mendengar dari pelanggan, dan belajar dari titik masalah, dan menemukan kebutuhan ICT yang tepat. Jadi kami menemukan tiga titik masalah dan kebutuhan,” ujar James.
Menurutnya, para pelaku UKM setidaknya menghadapi tiga tantangan utama. Pertama, kebutuhan akan konektivitas tinggi yang stabil. Kedua, urgensi pemanfaatan teknologi AI CCTV guna mendukung operasi keamanan sekaligus operasional pintar (smart operation).
Menjawab kebutuhan tersebut, Huawei dan XL Smart menawarkan produk standar 'konektivitas plus'. Skema ini mengintegrasikan operasional jaringan sebagai titik masuk awal, yang kemudian diperkuat dengan kemampuan AI guna memangkas biaya operasional, meningkatkan efisiensi, dan menciptakan manajemen usaha yang lebih cerdas.
Untuk model bisnis multi-jaringan, solusi yang ditawarkan mencakup penggunaan SD-WAN dengan pengetahuan intelektual serta perlengkapan otomatis yang mengintegrasikan keamanan dan operasi pintar. Sementara itu, pendekatan berbeda diterapkan untuk sektor kuliner maupun jaringan toko tunggal (single-store).
“Untuk makanan dan jaringan, untuk jaringan single-store, kami menggunakan 5G network untuk menghasilkan aktivitas yang berharga. Sementara itu, kami bisa menjaga bisnis kami dengan 0 interruption dan 0 lag. Akhirnya, kami bersama-sama menjalankan SME, Connect Better, See Smarter, and Service Faster,” kata James.